zetizen.jawapos.com- Kalian tahu nggak kalau industri fashion menyumbang 40 persen pendapatan dari seluruh ekonomi kreatif di Indonesia? Nah, fakta tersebut bikin industri fashion sebagai penyumbang pendapatan domestik bruto terbesar kedua, lho. Jadi, dengan mendukung produk-produk fashion lokal kamu juga bisa dibilang secara nggak langsung juga ngebantu para pengerajin dan bahkan negara.

Salah satu rekomendasi brand lokal yang perlu kalian cek menurut Zetizen sih Nyore. Meski terbilang cukup baru, karena berdiri tahun 2017,  Nyore punya daya tarik yang bikin beda dari brand lain lho. Salah satunya adalah motif yang dibuat dari model geometris sederhana dan kemudian dikembangkan sesuai tema koleksi yang diusung.

Selain itu, nggak hanya membuat motif sulaman biasa, Nyore juga berkomitmen untuk menbentuk anyaman benang. Hal ini juga jadi keunggulan sekaligus pembeda dari produk lain yang cenderung membuat motif sulaman, bukan anyaman.

Udah penasaran kan? Yuk, langsung aja simak!

Asal Muasal Nama Nyore

Banyak yang nyangka kalau Nyore itu berasal dari Bahasa Indonesia, yang diartikan sebagai kegiatan sore-sore. Padahal, nama Nyore diambil dari Bahasa Shona (Zimbabwe), dengan pelafalan yang sama, yang artinya sederhana.

“Jadi, untuk kami Nyore itu cara sederhana untuk menikmati waktu. Kita berdiri pertengahan tahun 2017 (untuk ready stock dan custom order), saya sendiri sebagai ownernya yang dibantu oleh teman saya Nadia, Pak Agus, dan Mbak Devi sebagai vendor lepas Nyore dari awal sampai sekarang,” ungkap Nina sebagai owner Nyore.

Ini merupakan salah satu produk kimono Nyore yang cocok jadi salah satu koleksi outer kalian. (foto: Nyore)

Konsep Air, Tanah, Api dan Udara

Untuk 4 koleksi di tahun 2018-2019 berturut-turut Nyore memakai konsep elemen (air, tanah, api, dan udara). Untuk elemen air nama koleksinya “Tentang Ombak”. Di koleksi “Tentang Ombak” ini sang owner membuat suatu tulisan:

No need to be balanced

It never will be

No need to ask about below or above

it will change

ABOUT THE WAVE.

Untuk elemen tanah nama koleksinya “Bumi”. Di koleksi ini pertama kali Nyore meluncurkan artikel wallhanging. Untuk elemen api, nama koleksinya “Selatan dan Timur”. Nama ini diambil karena di Indonesia sendiri, khususnya wilayah Selatan dan Timur cenderung dicirikan oleh suhu yang lebih tinggi. Untuk elemen angin, nama koleksinya “semut”. Angin merupakan arah pergerakan dari udara yang berhembus. Di samping itu, angin juga merupakan sinonim kata dari semut.

“Motif-motif yang digunakan menggambarkan setiap elemen yang bisa kita temukan di daerah itu seperti air laut, memancing sebagai mata pencaharian, dan matahari terbenam. Untuk koleksi “semut” menggunakan susunan motif garis kecil yang cukup banyak membentuk arah tertentu. Motif anyaman kecil itu digunakan untuk melambangkan sarang dari semut yang dilambangkan oleh garis kecil-kecil tersebut,” jelas Nina.

Ini loh salah produk best seller Nyore. (foto: Nyore)

Selalu Berinovasi

Material yang  dipakai Nyore nggak cuman kanvas doang, loh, tapi beragam. Bahkan saat berkolaborasi dengan Wellborn Company, Nyore ditantang untuk menyulam di material selain kanvas, yakni kaos, tas, dan celana. Tentunya jadi sebuah tantangan buat menyesuaikan pola sulaman dan jarum yang digunakan pada material tersebut.

“Kita juga sempat mengkolaborasikan sulaman kita dengan kancing yang tidak terpakai oleh Maharani Craft (Bali) dengan membuat produk hang tag. Dari penamaan artikel sebenernya itu sudah cukup menjadi keunggulan kami. Karena banyak konsumen yang bertanya tentang motif yang kita pakai. Dan mereka senang ketika kita ceritakan arti dari motif-motif tersebut,” ujar Nina

Fakta Unik dari Nyore

- Best sellernya produk Nyore itu adalah salmon, totebag maroon yang pola sulamannya terinspirasi dari garis pada irisan daging salmon. Selain itu, ada juga kimono green yang juga jadi favorit.

- Sudah berjalan selama hampir 3 tahun, awalnya produk Nyore akan menggunakan motif yang cukup rumit dan dibordir menggunakan komputer, melainkan hand stitch.

- Ada fakta menarik nih, pertama kali Nyore ikutan bazaar Local Market spring edition 2019, ada satu dekorasi untuk hiasan di meja. Maksudnya sih untuk nunjukkin proses anyaman dan sulaman Nyore dalam kain kotak kecil-kecil. Eh, banyak yang sangka itu patch dan dijual. Soon to be our next article sih!

“Sebenernya sampai sekarang orang dibalik Nyore itu cuma satu loh. Terima kasih banget sama temen-temen vendorku yang senantiasa membantu. Yang terakhir ini beneran belum ada yang tahu kalau September nanti kita akan ikutan event paling ditunggu-tunggu empat tahun sekali di Bandung. Mark your calendar guys,” ungkap Nina

Ada berbagai pouch lucu yang bisa kalian dapetin di Nyore. (foto: Nyore)

The Next Colaboration 

Untuk produk terbaru dari Nyore yang sedang dalam proses adalah launching collaboration product dengan Groot Watch. Ini kolaborasi yang sebelumnya belum pernah dilakukan Nyore untuk membuat strap jam tangan lho. Selain itu, kolaborasi ini juga mengeluarkan koleksi kimono baru untuk unisex. Pantengin Instagram @nyore.id terus ya untuk rilisnya yang direncanakan Maret ini!

For your information, range harga produk Nyore ada di kisaran Rp50.000 sampai Rp440.000. Variasi produk Nyore juga cukup banyak.

Nah, pastinya kalian udah nggak sabar ya nunggu koleksi terbaru dan belanja-belanja produk Nyore. Yuk langsung aja angkut!

Penasaran kan dengan berbagai konsep lain yang dipunyai Nyore dan nggak sabar nunggu kolaborasi terbarunya, langsung aja follow instagram @nyore.id. Jangan sampai ketinggalan. (foto:Nyore)

Editor: Edwin Fauqon

Share
Create Your Own Article!