Zetizen.jawapos.com - Selamat Hari Film Nasional! Tanggal 30 Maret diperingati sebagai harinya pecinta film karena banyak cerita bersejarah dari mereka yang bekerja di industri kreatif ini. So jangan ngaku jadi pecinta film kalau nggak tahu fakta di balik hari bersejarah ini ya! 

Sempat Ditolak

(foto:YouTube)

Pada 11 Oktober 1962, tanggal 30 Maret ditetapkan sebagai Hari Film Nasional. Disetujui oleh BJ Habibie, Tanggal ini ditetapkan berdasarkan perilisa film Darah dan Doa. Film ini dianggap sebagai awal mula kebangkitan industri film karena seratus persen dibuat oleh masyarakat Indonesia.

Sayangnya, pada 30 April 1964 muncul aksi dari gerakan kiri yang menganggap film Darah dan Doa menyampaikan pesan kontra revolusioner. Alasan itu mendorong mereka menolak tanggal 30 sebagai Hari Film Nasional. 

 


Disutrarai Warga Belanda

(foto:Instagram)

Film pertama yang dibuat pertama kalinya di Indonesia adalah film bisu, waktu itu masih tahun 1926, yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara Belanda G. Krugerdan L. Heuveldorp.
Pada periode 1900-1942, Indonesia (yang dulunya Hindia-Belanda) udah punya banyak banget artis lokal yang keren yang berkesinambungan sama Perusahaan Film Jawa Nv di Bandung, lho!


Punya bapak Perfilm-an.

(foto:https://en.m.wikipedia.org/wiki/Usmar_Ismail)

Bapak Usmar Ismail disebut sebagai bapak Perfilman di dunia. Beliau ternyata udah punya kecintaan dalam dunia perfilman sejak duduk di bangku SMP! 

Bekerja di Keimin Bunka Sidosho ( Kantor Besar Pusat Kebudayaan Jepang) adalah suatu fakta yang mengejutkan. Di tempat itu, bersama para budayawan lain Bapak Usmar melanjutkan kiprahnya dan mengembangkan beberapa teater.  


Film Asli Indonesia Pertama


Bapak film nasional mendirikan Perfini (Pusat Film Nasional Indonesia) untuk pertama kali pada 30 Maret 1950, dan memulai shooting pertama filmnya, Darah dan Doa di Purwakarta. Maka dari itu, banyak yang menganggap film Darah dan Doa adalah film pertama di Indonesia. Tanggal 30 Maret kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.


Terus Berkembang Hingga Kini

(foto:Imdb)

Dalam dunia film, banyak sekali genre yang bisa dipilih. Era sekarang sudah banyak sekali warna-warna yang menghiasi layar kaca, bahkan sampai ditayangkan di televisi. Zetizen punya judul beserta genre film lokal yang pasti kalian kangenin! Kalian bisa tonton genre romantis seperti Ada Apa dengan Cinta (2002). Bahkan, film Indonesia terus berkiprah di dunia Internasional. Terbukti dengan kehadiran film seperti Sekala Niskala (2019) maupun Turah (2018) yang memenangkan penghargaan di ajang internasional hingga mewakili Asia dalam foreign movie nomination for Oscar. Good job! 


Share
Create Your Own Article!