zetizen.jawapos.com - Selamat Hari Kartini semua perempuan Indonesia! Ini saatnya mengamalkan pesan Habis Gelap Terbitlah Terang yang selalu digaungkan oleh Ibu Kartini. Ada Nadhira Zahrani, alumnus ITS yang menjadi Pengajar Muda. Kegiatan ini adalah salah satu program dari Indonesia Mengajar. Lewat Pengajar Muda (PM), Nadhira berusaha meraih cita-citanya untuk bikin semua orang terlibat memajukan pendidikan.

"Indonesia Mengajar punya program mengirimkan 5 orang selama 5 tahun ke 1 tempat. Nah, tempatnya ini beda-beda. Kalau aku sendiri mengikuti program di Desa Kembang Tanjung, Kabupaten Musi Rawas Sumatra Selatan. Saat ini aku jadi Pengajar ketiga. Program ini aku ikuti selama 12 bulan. Saat ini sudah memasuki bulan kedelapan," ungkapnya.

 

Nadhira mengakui kalau banyak banget hal uang membuatnya insecure. Bukan dengan tempatnya, melainkan dari programnya. "Saat aku datang, semua orang benar-benar menyambut. Aku jadi insecure kalau aku nggak bisa merubah pendidikan mereka maupun memberikan seduatu yang berguna disana," uja Nadhira. Belum lagi, kehadiran 2 Pengajar sebelumnya membuat Nadhira kikuk dan takut.

 

"Melalui banyak dinamika itu, aku menemukan bahwa sebenarnya kita semua diciptakan berbeda. Pengajar sebelumnya juga punya cara yang berbeda. So, I'll do what i love," begitu yang Ia pahami. 

 

Diilhami dari hal tersebut, Nadhira merasa bahwa selamanya nggak akan bisa memaksa semua orang menyukai kita. Yang bisa dilakukan adalah mencapai apapun mimpi kita tanpa repot-repot memikirkan respon orang. "Manusia diciptakan punya perasaan. Jadi, dimanapun kita berada pasti ada 2 jenis respon, respon orang yang suka sama kita dan enggak. Daripada buang-buang waktu untuk memikirkan mereka yang nggak suka, mending aku menggunakan waktu tersebut untuk berkarya," ujarnya.

 

Nadhira sendiri mengakui rasa insecure makin parah dengan kebiasaan buruknya yang mudah panik. Menurutnya, kebiasaan buruk bisa dihilangkan dengan menemukan 1 hal yang disukai dan menjadi hal yang lebih serius. "Misalnya, aku yang suka panik ini merasa kalau anak-anak kecil di wilayah desa bakal lebih senang belajar dengan musik. Jadi aku bawa gitar ke sekolah. Meskipun awalnya dipertanyakan sama guru-guru lain, tapi aku harus ingat sama tujuanku, yaitu untuk jadi Pengajar. Dan tentunya, cita-citaku ini bisa kucapai melalui caraku sendiri, yang mungkin nggak bisa dilakukan orang lain. Kita semua berbeda. Temukan versimu sendiri untuk jadi lebih baik dan menginspirasi orang lain," ungkap Nadhira.

-

Cerita Nadhira adalah salah satu edisi #zetizenbercerita edisi Kartini. Nantikan cerita berikutnya ya!

Share
Create Your Own Article!