Zetizen.jawapos.com - 23 April diperingati sebagai Hari Buku Sedunia. Ternyata nggak cuma merayakan literasi dunia, tapi juga mengajak siapapun untuk berani berkarya. Psst, ternyata 4 penulis besar ini punya rahasia sebelum berkarya loh. Siapa aja? 

J.K. Rowling

(foto:pinterest)

Nggak usah ditanya lagi siapa penulis yang satu ini, pasti kalian sudah kenal kan? Yap, Joanne Kathleen Rowling atau biasa dikenal dengan J.K. Rowling, penulis hebat dunia yang lahir di Inggris pada tanggal 31 Juli 1965. Salah satu karyanya yang berhasil membuat seluruh dunia berdecak kagum adalah Harry Potter.

Bagaimana seorang J.K. Rowling dalam menghasilkan sebuah karya besarnya? Mengintip gaya menulis penulis buku Harry Potter ini ternyata sangat sederhana lho. 

Ternyata Rowling mengawali dengan menjadi jujur dengan diri sendiri. Biasanya, dan Rowling memulai dengan menulis apa yang dialami. Mungkin cara ini bisa kita aplikasikan dengan menulis daily life dalam buku diary. Terdengar klise, tapi cara ini sangat membantu untuk mengasah skill kita dalam menulis. Tak perlu takut memulai dalam menulis. Percayalah karya yang kita tulis setiap hari akan bermetamorfosis dengan sendirinya.

Pasti ada saja perbedaan dalam setiap karya. Suatu hari ketika kita membaca karya yang kita tulis di masa lalu, mungkin kita akan tertawa sendiri. Bukan hanya karena banyak kekurangan, tetapi kita akan mengingat kenangan di masa lalu semasa kita menuliskan karya tersebut. Ingat, menulis bukanlah hal yang sulit ketika kita berani untuk mencobanya.


Stephen King

(foto:wikipedia)

Stephen Edwin King adalah seorang penulis kontemporer asal Amerika Serikat. Novel-novel karya Stephen King kebanyakan bergenre horor, fiksi ilmiah, dan fantasi.Selain itu, novel-novelnya telah terjual lebih dari 350 juta eksemplar di seluruh dunia, keren kan! Salah satu karyanya yang berhasil diangkat menjadi sebuah film bergenre horor berjudul "IT".

Di balik karya-karyanya yang besar itu, ternyata Stephen King memiliki motivasi khusus yang membuat dirinya selalu konsisten dalam berkarya. Kira-kira apa motivasinya itu? King merasa bahwa menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengerahkan semua. Nggak cuma pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan napas dalam hidupnya.

Penulis asal Amerika Serikat ini lebih mengutamakan apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menciptakan sebuah mahakarya. Mulai dari persiapan dan riset yang dilakukan secara maksimal, sehingga dapat mengurangi risiko kegagalan dalam penciptaan sebuah karya.

Menurutnya keberhasilan seorang penulis yaitu jika pembaca dapat merasakan kepuasaan dan kebahagiaan setelah membaca karya yang kita ciptakan. Terlebih, jika semakin banyak pembaca menyukai karya yang kita tulis, maka kita berhasil memecahkan sebuah tantangan. Tantangannya ialah mempersembahkan sebuah karya yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat, dari berbagai karakter, kalangan, bahkan dari berbagai negara. Bagaimana? Sangat memotivasi kan tekad Stephen King dalam menghasilkan sebuah mahakarya?


William Zinsser

(foto:The New York Times)

William Zinsser adalah seorang jurnalis dan penulis non fiksi yang lahir di New York, Amerika, pada tanggal 7 Oktober 1922. Karyanya yang paling terkenal adalah On Writting Well yang biasanya dijadikan sebagai rujukan handal bagi tiga generasi penulis, wartawan, editor, guru dan juga para murid. Apakah kalian pernah merasa takut atau malu untuk menuliskan sebuah karya karena dianggap plagiat? Mungkin kalian harus membaca salah satu kutipan dari William Zinsser yang bisa menginspirasi untuk berani menghasilkan sebuah karya.

Zinsser berpendapat bahwa kita nggak boleh  ragu meniru penulis lain. Setiap seniman yang tengah mengasah keterampilannya membutuhkan model. Pada akhirnya, masing-masing penulis menemukan gaya sendiri dan menanggalkan kulit penulis yang ditiru.

Bukan berarti melakukan penjiplakan, tetapi hal tersebut kita jadikan sebagai inspirasi dalam menghasilkan sebuah karya. William Zinsser yakin setiap penulis akan menemukan gaya kepenulisannya sendiri yang tidak jauh dari karakter sang penulis. Jangan ragu untuk menulis. Menulis adalah kerja keras, karena kalimat yang bagus tidak timbul dari sebuah kebetulan.


Toni Morrison

(foto:wikipedia)

Salah seorang penulis berkulit hitam terbaik di Amerika dengan karyanya yang berhasil mendapatkan piala Nobel pada tahun 1993. Nama Toni Morris sebenarnya hanya sebuah nama pena, ia dilahirkan dengan nama Chloe Ardelia Wofford. Pandangan Toni Morris mengenai dunia kepenulisan sangatlah menginspirasi banyak orang. Gaya bahasa yang sederhana layaknya seorang warga dusun yang sedang menyampaikan pengalamannya, baik pengalaman buruk maupun pengalaman yang baik. Ia juga menuliskan dengan bahasa yang liris atau penuh perasaan dan dialog yang terasa hidup. Alhasil, ketika pembaca menyimak karyanya terasa ada makna besar yang tengah diungkapkan olehnya.

Toni Morris berpendapat bahwa bila ada sebuah buku yang ingin dibaca, tapi buku itu belum lagi ditulis, maka kitalah yang mesti menulisnya. 

Kalimat tersebut yang bisa menginspirasi kita ketika ingin memulai untuk menulis. Daripada menunggu orang lain untuk menuliskan apa yang sedang kita pikirkan, bukankah lebih baik jika kita yang mewujudkan sendiri dan menghasilkan sebuah karya?

Bagaimana? Sudah siap menciptakan sebuah karya?


Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!