Zetizen.jawapos.com -Selamat Hari Puisi Nasional! Ada banyak cara untuk mencintai puisi dalam negeri. Salah satunya dengan menikmati puisi yang dimusikalisasikan ke dalam lagu oleh beberapa musisi ini. Siapa saja?  

Derai-derai Cemara - Banda Neira

(foto:Instagram)

FYI, tanggal 28 April ditetapkan sebagai hari Puisi Nasional untuk mengingat kepergian Chairil Anwar. Penulis buku Aku ini pernah menulis puisi bertajuk Derai-derai Cemara pada tahun 1949.

Setengah abad kemudian, puisi ini ditransformasikan ke dalam musik syahdu oleh duo Banda Neira. Beranggotakan Rara Sekar dan Ananda Badudu, lagu ini nggak cuma menyiratkan keraguan, tapi juga mengungkapkan kontemplasi Chairil tentang kehidupan. 


Lagu Hujan - AriReda


 Puisi yang ditulis Goenawan Mohammad ini dibawakan dengan syahdu oleh dui AriReda. Duo yang dianggap sebagi spesialis musikalisasi puisi ini memang selalu membawakan puisi lama ke dalam lagu.

Meski Ari baru saja meninggal dunia, namun musik-musik AriReda terus digemari. Petikan gitar Ari yang mengiringi nyanyian mereka nggak hanya terasa syahdu, tapi juga abadi.


Kuhentikan Hujan - Sapardi Djoko Damono


Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca dan istrinya, Irma Hidayana dengan syahdu memusikalisasi puisi yang ditulis Sapardi Djoko Damono. Dalam video singkat Bertajuk Efek Lulus Kuliah, keduanya duduk di sofa bersama Angan, putra mereka. 

Puisi ini terasa syahdu dengan video Cholil yang menampilkan kegiatan keluarga mereka. Sayangnya, nggak ada rilisan audio resmi dari cover ini. 


Tentang Seseorang - Anda


Ditulis Rako Prijanto, lagu Tentang Seseorang menjadi soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta (2000). Dinyanyikan oleh Anda, puisi ini menyiratkan keraguan sekaligus kepastian tentang pasangan. Diiringi petikan gitar dan harmonika, lagu ini cocok banget untuk mengakhiri masa PDKT dengan kontemplasi.

-

Ada juga 5 lagu indie yang menyiratkan pesan religi. Check this out! 


Share
Create Your Own Article!