zetizen.com – Kehidupan sehari-hari kita nggak lepas dari yang namanya iklan. Di TV setiap sela-sela acara, di setiap situs yang kita kunjungi di internet, bahkan sampai endorsement yang dilakukan oleh influencer-influencer di sosial media favorit kita. Nggak jarang kita malah tertarik buat ikutan beli produknya karena melihat iklan-iklan tersebut. Hmm, kok bisa ya, pikiran kita seakan-akan ‘dikontrol’ oleh iklan-iklan ini? Ini penjelasannya!

Merasa Produknya ‘Berbeda’

(foto:Ny times)

Apa sih perbedaan yang paling sering kelihatan dari brand yang iklannya gencar dengan brand yang nggak pernah bikin iklan sama sekali? Yap, banyak orang yang tahu, beli, dan akhirnya pakai produk dari brand tersebut.

Orang-orang bakalan merasa kalau brand ini lebih stand out dan berbeda dari brand-brand yang lain. Ending-nya, produk yang lebih sering muncul di iklan inilah yang dirasa paling baik kalau dibandingkan dengan produk-produk lain.


Relatable!

(foto:The Kickass Entrepreneur)

Pernah kepikiran kenapa iklan-iklan bertema puasa muncul menjelang bulan Ramadhan? Bukan cuma menyesuaikan dengan waktu, iklan-iklan ini juga menyesuaikan dengan keadaan yang dialami oleh kebanyakan orang. Nah, tujuannya, waktu kamu sedang mengalami kondisi tertentu, berpuasa, misalnya, kamu bakal teringat dengan iklan-iklan ini secara instan.


Bermain dengan Panca Indra

(foto:Unsplash)

Sering nggak sih, kamu mendengar dan melihat orang-orang melakukan mukbang atau video-video ASMR di YouTube? Hal-hal seperti itu juga dimanfaatkan oleh kebanyakan endorsement dan iklan dalam mempromosikan produk yang sedang mereka jual.

Salah satu contoh yang paling sering terjadi, iklan mi instan yang dilengkapi dengan suara saat memasak, efek asap, dan suara sang pembawa iklan saat menyeruput mi tersebut. Sudah langsung kebayang enaknya, kan?


Ekspektasi Nggak Seindah Realita

(foto:Unsplash)

Berapa banyak sih, iklan cat tembok yang dilakukan di rumah serba indah? Hampir semuanya, kan? Manusia pada dasarnya pasti mencari hal-hal yang berakibat baik pada dirinya sendiri atau orang-orang yang dekat dengannya. Waktu kita melihat produk cat rumah, pemutih wajah, atau mobil serba nyaman, sebenarnya kita secara tidak langsung tersugesti untuk mengingini hal-hal tersebut.


Cara Biar Nggak Gampang Terkecoh Iklan

(foto:Unsplash)

Sebenarnya, nggak semua iklan itu zonk, kok! Ada endorsement yang benar-benar sudah dibuktikan oleh sang influencer, namun ada juga produk yang asal diiklankan meskipun barangnya sebenarnya nggak sesuai. Nah, biar kamu nggak gampang terjebak iklan, coba pastikan hal-hal di bawah ini dulu, ya!

  • Keinginan atau kebutuhan?
  • Ada gunanya nggak buat diri kamu? Minimal bikin kamu seneng
  • Apa sih kata orang-orang yang sudah cobain produk ini?
  • Gimana pengalamanmu sendiri waktu pernah cobain produk-produk semacam ini?

Kalau kamu merasa barang yang kamu lihat di iklan dan ingin kamu beli sudah sesuai, then go for it! Jangan jadi korban iklan dan akhirnya malah merugikan diri sendiri, ya!

-

Psst, kamu suka pemasaran nggak sih sama kesukaan kita nonton video satisfying? Check it out!


Share
Create Your Own Article!