zetizen.com - Virus COVID-19 sudah merajalela. Angka kasus positif di seluruh dunia mencapai 15 juta dan di Indonesia sendiri melampaui kepala sembilan. Memakai masker pun menjadi salah satu kewajiban kalau nggak mau ketularan. Tapi, masih ada banyak orang yang menyepelekan dan memegang teguh kesalahpahaman soal masker. Ada mitos-mitos apa sih, yang beredar di masyarakat soal penggunaan masker? Check this out!

 

Masker Membuatmu Keracunan Karbondioksida

memakai masker keracunan
Memakai masker nggak menurunkan tingkat oksigen (Foto: Health Magazine)

Fakta: Nggak ada tanda-tanda kekurangan oksigen yang menyebabkan hypoxemia waktu pakai masker. Klaim salah ini menyebar gara-gara postingan di Facebook yang menyebutkan kalau memakai masker dalam waktu yang lama bisa membuat tingkat oksigen turun dan level karbondioksida naik. The simple answer is no.

Dilansir dari USA Today, akademia dari Kesehatan Masyarakat di National Autonomous University of Mexico medical school, Dr. Daniel Pahua Díaz bilang kalau hoaks itu bisa muncul gara-gara banyak orang merasa nggak bebas menghirup udara saat pakai masker. Hal ini bisa disebabkan karena kita nggak terbiasa pakai masker atau jenis maskernya yang bikin nggak nyaman. Agar kamu nggak merasa gerah, gunakan masker berwarna cerah yang bisa memantulkan panas.

 

Masker Kain Nggak Efektif

masker kain
Masker kain bisa mencegah penyebaran virus (Foto: USA Today)

Fakta: Masker kain adalah pilihan terbaik untuk masyarakat umum. Tenang saja, fakta ini sudah didukung sama penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat. Dikutip dari Medical News Today, mereka menganjurkan masker berbahan katun, sifon, atau neoprene yang terbukti bisa men-filter droplet dari batuk dan bersin.

Hanya, kita perlu memperhatikan cara pemakaiannya dengan baik. Jangan memindahkan masker ke leher atau dahi. Kalau ada virus yang nempel di sana dan kamu geser lagi maskernya ke hidung, kan bisa terhirup dan berbahaya! Jangan menyentuh permukaan masker dan, jika terpaksa, cuci tangan atau pakai hand sanitizer dulu ya.  

 

Kalau Sudah Pakai Masker, Bebas Keluar Kemana Saja

masker di publik
Masker harus jadi barang wajib waktu keluar rumah ya (Foto: Science News)

Fakta: Nope. Media penyebaran coronavirus masih diteliti, bahkan beberapa penelitian seperti kata The Conversation, membuktikan adanya penularan virus lewat aerosol. Aerosol ini versi super kecilnya dari droplet. Kalau droplet nggak bisa bergerak jauh karena gravitasi, aerosol bisa tertahan lebih lama di udara dan 'jalan-jalan' lebih jauh.

Jadi, kita tetap membutuhkan layers of protection agar lebih aman. Masker bisa membantu mencegah penyebaran, tapi tidak 100 persen aman. Kita tetap wajib mematuhi aturan social distancing dengan jaga jarak 1 sampai 3 meter.

 

Harus Memakai Masker Saat Olahraga

memakai masker saat olahraga
Memakai masker saat olahraga bisa berbahaya (Foto: New York Times)

Fakta: Jangan! WHO menyarankan kita untuk tidak memakai masker saat exercising. Soalnya, masker bisa mengurangi kenyamanan waktu bernafas meskipun nggak akan mengurangi oksigen yang masuk. Kata Dr. Lewis pada Cleveland Clinic, memakai masker bisa membuatmu merasa capek lebih cepat.

Ditambah lagi, fakta kalau keringat bisa bikin masker cepat basah dan malah meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme. Kalau sudah begini, kamu harus benar-benar jaga jarak atau olahraga di rumah saja.

 

Banyak banget mitos dan miskonsepsi di sekitar kita. Tetap berpikir kritis dan jangan langsung percaya, ya!

Editor: Kevin Christian

Share
Create Your Own Article!