Zetizen.jawapos.com- Pernah liat kan table daftar nutrisi di balik kemasan makanan atau minuman yang kita beli? Yup, ada peran seorang nutrisionis di balik daftar tersebut. Sesuai namanya, kita pasti udah langsung tahu kalo profesi yang satu ini biasanya berkutat seputar gizi dan nutrisi yang ada di dalam makanan. Tapi, apa cuma itu? Biar lebih tahu, yuk intip wawancara Zetizen bareng Harry Freitag LM, S.Gz,MSc,RD dari Gizi Gama yang membahas seputar profesi nutrisionis!

Z:Halo kak Harry! Sudah berapa lama nih, kakak menjalani profesi sebagai seorang nutrisionis?

H: Saya lulus tahun 2008, jadi sudah 12 tahun.

 

Z: Apa alasan kakak tertarik dengan profesi ini?

H: Bidang gizi adalah bidang yang perkembangannya sangat pesat dan selalu ada pengetahuan-pengetahuan baru seputar bidang ini yang sangat relavan dengan kehidupan sehari-hari. Karena itulah saya tertarik untuk mempelajarinya.

 

Z: Kalau mau jadi seorang nutrisionis, harus ambil pendidikan apa nih, kak?

H: Kalau saya sendiri mengambil program studi S1 Gizi Kesehatan untuk menjadi nutrisionis dan program profesi untuk menjadi dietisien. Kalau suka berinteraksi dengan orang dan ingin bekerja di pelayanan gizi, baik di rumah sakit maupun klinik, saya menyarankan untuk mengambil program profesi.

 

Z: Menurut kakak sendiri kemampuan apa yang harus kita punya untuk menjadi seorang nutrisionis?

H: Selain ilmu gizi itu sendiri, saya menyarankan untuk menguasai bidang-bidang lain seperti komunikasi, marketing, dan IT. Dimana hal-hal itu jarang diajarkan di jurusan gizi.

 

Z: Bagaimana untuk prospek kerja nutrisionis di Indonesia sendiri?

H: Unlimited. Sky is the limit. Kita bisa mengkreasikan bentuk pekerjaan baru terutama di era digital. Sehingga, prospeknya cukup luas. Hanya saja, saya ingin mengingatkan bagi yang ingin menjadi nutrisionis untuk tidak terlalu berpatokan pada pekerjaan ahli gizi sekarang dan mulai menciptakan jenis pekerjaan baru. Reinvention adalah kunci untuk bisa bertahan dan sukses di era informasi seperti sekarang ini. 

source: instagram.com/gizi_gama

 

Z: So insightful kak! Oh, iya kak Harry sendiri sekarang juga aktif menjalankan @gizi_gama di Instagram. Boleh diceritakan sedikit mungkin kak soal Gizi Gama ini?

H: Gizi Gama adalah platform digital untuk edukasi di bidang gizi. Awalnya karir saya adalah penulis buku dan editor. Tetapi, seiring perkembangan jaman arus informasi banyak yang masuk ke media sosial, sehingga satu tahun lalu saya memulai menggunakan instagram @gizi_gama untuk sharing informasi di bidang gizi kepada masyarakat. Kontennya sendiri disajikan dalam bentuk infografis dan video (The Morning Report). Saya juga memberikan kelas online yang bekerjasama dengan Wellness Academy. 

Target audience-nya sendiri adalah sesama nutrisionis/dietisien, mahasiswa dan dosen. Saya juga berusaha menjangkau nutrition enthusiast dari berbagai sektor. Konsep dari akun ini sendiri adalah untuk menerjemahkan science bagi masyarakat. Saya sendiri juga seorang peneliti, sebagian besar riset saya dipublikasikan di jurnal dan tidak bisa menjangkau masyarakat umum. Dengan Gizi Gama, saya berharap bisa menghadirkam ready to use science sehingga ilmu pengetahuan dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. 

 

Nah, udah kebayang kan persiapan dan kesibukan apa aja yang harus dilakukan oleh seorang nutrisionis? Yuk, pelan-pelan mulai dipelajari dan diterapkan. Siapa tahu kamu bisa jadi nutrisionis kebanggaan Indonesia!

Share
Create Your Own Article!