Zetizen.jawapos.com - Kita mungkin sering menyalahkan pabrik-pabrik besar karena menghasilkan cukup banyak limbah yang dapat merusak lingkungan. Tapi, ternyata banyak limbah yang sebagian besar dihasilkan oleh diri kita sendiri, lho. Bahkan, tanpa kita sadari beberapa limbah ini dihasilkan dari hasil aktivitas sehari-hari yang rutin kita lakukan/pakai. Ada apa aja? Simak jenis-jenisnya berikut ini! (Lia/Mel)

Sisa Makanan

(foto:Zero Waste Lifestyle System)

Faktanya, makanan mampu menjadi salah satu limbah yang membahayakan lingkungan karena pola hidup yang terbiasa membuang-buang makanan atau food waste. Dilansir dari Food Sustainability Index, per satu orang di Indonesia membuang sekitar 300 kg makanan pertahun. FYI, dampak sampah makanan ini ternyata berpotensi menghasilkan gas metana sehingga meningkatkan potensi pemanasan global.

Gas metana yang menumpuk di TPA memiliki dampak 21 kali lebih besar dibandingkan dengan CO2. Langkah yang tepat untuk mengurangi sampah makanan ini bisa kita mulai dengan kesadaran untuk selalu menghabiskan makanan yang kita konsumsi, membeli secukupnya, berbagi pada sesama atau mengolahnya menjadi pupuk kompos.


Sampah Pakaian dan Tekstil

(foto:The New York Times)

Dilansir dari Edge Expo, industri pakaian dan tekstil merupakan penyumbang limbah terbesar di dunia setelah minyak. PBB juga mengatakan bahwa industri fesyen menyumbang 10% dari emisi gas rumah kaca global. Selain karena beberapa bahan dasar pakaian yang merusak ekosistem, dari segi proses produksinya sendiri juga menghasilkan carbon footprint yang kurang ramah lingkungan. Sebagai contoh, untuk menghasilkan sepasang kaos dan celana jeans saja membutuhkan 20.000 liter air. That's a huge amount of water, right?

Ditambah lagi, beberapa brand fast fashion secara masif selalu memroduksi pakaian baru dengan jumlah besar agar menekan biaya produksi dan menjualnya dengan harga yang murah. Selain tidka ramah lingkungan, kebiasaan produksi seperti ini juga bisa menyebabkan orang-orang lebih konsumtif ketika berbelanja. Untuk mengurangi limbah fesyen sendiri kamu bisa melakukan beberapa langkah, seperti bertukar atau meminjam baju, membeli produk secondhand, dan lebih bijak untuk memilih produk/brand (utamakan yang eco-friendly/sustainable fashion).


Pembalut Sekali Pakai

(foto:Menstrupedia)

FYI, jumlah sampah pembalut di Indonesia dalam sehari bisa mencapai 26 ton per hari, lho! Ckckck, banyak banget kan? Salah satu komunitas yang concern tentang masalah lingkungan, yaitu Zero Waste Indonesia, turut mengkampanyekan gerakan untuk mengurangi penggunaan pembalut sekali pakai dengan membiasakan diri menggunakan reusable pad atau menstrual cup.

Dilansir dari salah satu unggahan Zero Waste Indonesia, rata-rata wanita menggunakan 4-5 kali pembalut dalam sehari. Padahal, plastik yang digunakan pada pembalut perlu 500-800 tahun untuk bisa terdegradasi. Kebayang kan dengan jumlah sampah pembalut yang ada saat ini, kita harus menunggu berjuta-juta tahun lamanya supaya limbah benar-benar menghilang dengan sempurna.


E-waste

(foto:Graphic River)

E-waste atau electronic waste  adalah limbah yang datang dari barang-barang elektronik yang sudah nggak terpakai. Dengan berkembang pesatnya teknologi yang ada, pasti akan banyak pula peralatan elektronik seperti TV, smartphone atau baterai yang terbuang. Menurut data dari PBB, dari 50 juta ton e-waste yang dihasilkan pertahun, hanya 20% saja yang didaur ulang secara resmi. Sisanya hanya akan berakhir di TPA dan dibiarkan begitu saja.

Padahal, air, tanah, dan makhluk hidup lain di lingkungan bisa dengan mudah terkontaminasi dengan limbah ini. Untuk mendaur jenis limbah ini pun butuh proses yang rumit, karena material yang ada dalam e-waste bisa akan menjadi sangat berbahaya jika nggak diolah dengan yang baik. Serem banget kan? Yuk, mulai sekarang menahan diri untuk tidak membeli elektronik cuma karena lapar mata.


Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!