zetizen.jawapos.com- Dengan memadukan unsur replikasi wajah pada video atau gambar, deepfake jadi salah satu teknologi edit yang banyak digunakan user internet. Tapi, tahu nggak sih kalau sebenarnya teknologi ini punya bahaya tertentu yang sebaiknya kamu pahami dulu sebelum menggunakannya?

Sumber Berita Hoaks

Kemudahan akses untuk membuat konten video atau foto dengan teknologi deepfake ini memungkinkan semua orang bisa melakukan editing tanpa adanya hambatan sama sekali. Hal ini memungkinkan ada pihak-pihak tertentu memanfaatkannya sebagai sarana untuk menyebarkan berita hoaks, sebab teknologi deepfake memungkinkan foto atau video yang telah diedit akan menunjukkan hasil yang halus seperti aslinya, hingga akhirnya menyebabkan orang-orang kesulitan membedakan apakah foto atau video tersebut merupakan asli atau hoaks.

Mengutip dari Datafloq, kejadian seperti ini pernah dialami oleh seorang kuasa hukum asal Dubai bernama Byron James. Byron sempat menemukan sebuah video rekaman yang menunjukkan dirinya tengah memberikan ancaman kepada client lawan. Hal ini lantas direpson oleh Byron sebagai video hoaks dan menunjukkan video versi orisinil yang dimilikinya sebagai bukti kalau video ancaman tersebut merupakan hasil dari editan menggunakan teknologi deepfake.

Mengancam Reputasi Seseorang

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, ketika seseorang membuat berita hoaks dengan melibatkan foto atau video milik orang lain, secara tidak langsung hal tersebut tentu akan memengaruhi reputasi orang yang terlibat dalam konten yang telah di edtit tersebut. Entah itu hasil editannya hanya berupa candaan, pernyataan umum, maupun politik, hal ini memberikan gambaran nyata bagaimana deepfake bisa mengancaman privasi dan keamanan hidup seseorang.

Alat Propaganda Politik

source: MIT Technology Review

Bukan hal yang baru apabila beberapa kreator video dan foto banyak menjadikan beberapa figur prominen dalam panggung politik sebagai sasaran empuk untuk di edit menggunakan teknologi deepfake. Beberapa diantaranya mungkin hanya mengeditnya sebagai konten hiburan, tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada orang-orang tertentu yang menjadikannya sebagai alat propaganda terselubung.

Fenomena ini pernah dilakukan oleh salah satu Partai Demokratik Sosial asal Belgia yang mengunggah sebuah video yang menunjukkan presiden Donald Trump memberikan speech yang menyebutkan jika Ia menyuruh Belgia untuk keluar dari Kesepakatan Paris. Setelah diteliti, video tersebut ternyata merupakan hasil editan dengan teknologi deepfake yang memadukan tambahan unsur suara dan mimik serta gestur tubuh yang mirip seperti aslinya.

 

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!