zetizen.jawapos.com- Beberapa waktu yang lalu, brand streetwear asal Los Angeles, AS, Warren Lotas merilis koleksi sepatu sneakers terbarunya hasil kolaborasi dengan Staple Pigeon. Warren Lotas menyebutkan bahwa, koleksi terbarunya merupakan reinterpretasi resmi dari sepatu klasik dan menggunakan komponen berkualitas mewah. Tetapi sepatu ini menjadi perbincangan di dunia maya, banyak warganet yang menilai desainnya mirip dengan sneakers Nike SB Dunk Low. Tak tinggal diam, Nike melayangkan gugatan atas kemiripan desain dari sepatu yang dipasarkan oleh Warren Lotas. Penasaran dengan bagaimana ketegangan antara Warren Lotas dengan Nike? Yuk, kita ulik kisahnya!

Koleksi terbaru Warren Lotas yang berkolaborasi dengan Staple Pigeon . Source: Instagram Warren Lotas

Brand streetwear ini seolah tak henti-hentinya menciptakan ketegangan dengan Nike. Tak hanya kali ini Warren Lotas mendesain sepatu yang sangat mirip dengan sepatu produksi Nike, ada beberapa sepatu yang didesain sangat mirip dengan milik Nike. Di tahun 2007, Warren Lotas juga membuat desain sepatu yang mengacu pada Nike SB Jason Voorhees, namun belum pernah dirilis resmi hingga saat ini. Sebelum kolaborasi bersama desainer Jeff Staple, founder label Staple Pegion terungkap, Warren Lotas juga menghadirkan sepatu Heineken Dunk dan Stussy Dunk.

Ingin melindungi sneakers ikoniknya, Nike memutuskan untuk mengajukan tuntutan ke Los Angeles District Court terkait desain sepatu kolaborasi antara Warren Lotas dengan Staple Pigeon yang sangat mirip dengan jajaran sepatu Dunk milik mereka. Nike menggugat atas pembuatan dan penjualan dari Warren Lotas yang menyebut koleksi terbarunya sebagai “Dunk Khusus”, yang mana jelas-jelas desainnya menggunakan gaya sepatu Nike dengan sedikit penyesuaian. Dalam laporan tuntutannya, Nike menyebutkan bahwa, Warren Lotas berperan sebagai aktor jahat dengan mempromosikan dan menjual Nike SB Dunk palsu yang banyak didambakan.

Dilansir dari hypebeast.com, dalam tuntutannya yang diajukan, Nike mengatakan bahwa, Warren Lotas sengaja menciptakan ambiguitas dengan menggunakan istilah “Dunk” milik Nike, desain Dunk Nike, dan detail yang sangat mirip dengan desain Swoosh Nike untuk mempromosikan dan menjual produk palsunya. Adanya permasalahan ini tentunya berdampak buruk pada Nike, dimana akan merusak bisnis dan reputasinya. Melalui gugatan ini, Nike berusaha untuk melindungi ide kreatif mereka dan mengklarifikasi pertanyaan apa pun terkait desain Warren Lotas.

Melalui gugatan tersebut, Nike menuntut Warren Lotas untuk melakukan ganti rugi tiga kali lipat, mulai dari keuntungan penjualan hingga penggantian biaya gugatan dan pengacara. Nike meminta Warren Lotas untuk menyerahkan semua materi, yang berupa sepatu, pakaian, file digital, pengemasan, gambar cetak, materi promosi, kartu nama, tanda, label, iklan, pamflet, surat edaran, atau barang lain yang menampilkan detail desain yang sangat mirip dengan logo Swoosh.

Masa depan brand streetwear ini nampaknya sedang berada dalam posisi genting karena menghadapi gugatan dari Nike. Sejak beberapa hari yang lalu, Warren Lotas menutup situs e-commerce dan menghentikan postingan di Instagram sejak digugat oleh Nike. Meskipun Warren Lotas menjual barang lain, tetapi tidak ada yang tersedia untuk dijual dan situs tersebut hanya menampilkan tulisan “tutup” tanpa memberikan informasi secara detail apakah akan tutup sementara atau permanen.

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!