zetizen.jawapos.com - Jerawat kerap menjadi permasalahan yang menjengkelkan bagi pria maupun wanita. Meskipun jerawat tidak berbahaya bagi kesehatan, tetapi bisa menganggu penampilan dan merusak percaya diri. Ketika berjerawat, kulit harus dirawat dengan cara yang tepat agar tidak memperbesar resikonya, loh. Sebenarnya, ada banyak jenis jerawat yang sering muncul dan setiap jerawat memiliki cara penanganan yang berbeda. Yuk, simak berbagai jenis jerawat yang ada dan cara mengatasinya!

Jerawat Whitehead

(foto:id.pinterest.com)

Jerawat whitehead wujudnya sangat mudah dikenali. Jerawat ini muncul karena kulit mati menutupi dan menyumbat pori-pori sehingga menimbulkan gumpalan-gumpalan putih di permukaan kulit. Jerawat jenis ini disebabkan oleh berbagai jenis faktor, yang paling umum disebabkan oleh minyak, sel kulit mati, dan perubahan hormonal. Ketika jerawat ini muncul, tidak disarankan untuk memencetnya karena dapat menyebarkan bakteri penyebab jerawat dan menimbulkan jaringan perut. Secara alami, jerawat ini akan hilang  dalam kurun waktu sekitar satu minggu. Cara terbaik untuk mengatasi jenis jerawat ini adalah dengan menjaga area disekitarnya bebas dari bakteri dan sel kulit mati. Namun, apabila jerawat ini tak kunjung hilang, maka cara terbaik yang harus dilakukan adalah dengan cara mencuci wajah di pagi dan malam hari dengan pembersih wajah yang mengandung salisilat dan asam glikolat.


Jerawat Blackhead

(foto:healthline.com)

Blackhead atau komedo hitam ini berupa benjolan kecil berwarna hitam yang muncul di permukaan wajah. Warna hitam pada ujung jerawat ini disebabkan oleh pigmen kulit yang meningkat, bukan karena kotoran atau debu, sehingga tidak dapat dibersihkan. Sama dengan whitehead, jerawat ini dapat muncul dimana saja, mulai dari wajah, punggung, hingga dada. Munculnya jerawat ini juga disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati, produksi minyak berlebih, dan bakteri menyumbat pori. Tetapi, ada faktor lain yang menyebabkan munculnya jerawat ini, yaitu tidak menjaga kebersihan wajah hingga minum obat-obatan tertentu. Cara mengatasi jerawat ini terbilang cukup mudah, dengan cara mencuci wajah dua kali sehari, menggunakan pore pack untuk menghilangkan blackhead, dan rajin melakukan scrub atau eksfoliasi demi mengangkat sel kulit mati. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat ini adalah dengan menggunakan retinol atau retinoid karena akan membantu mendorong pergantian sel dan mencegah pori-pori tersumbat karena sel kulit mati dan minyak.


Jerawat Papula

(foto:skinkraft.com)

Jerawat ini berbentuk benjolan kecil berwarna agak kemerahan. Jerawat papula merupakan dampak dari komedo yang meradang karena tidak ditangani dengan tepat dan dibiarkan terpapar kotoran. Alhasil, peradangan pada komedo pun terjadi dan menyebabkan iritasi pada sel kulit disekitarnya. Tipe jerawat ini terjadi akibat penyumbatan tidak sampai ke permukaan kulit sehingga sel kulit mati terus menumpuk. Akibatnya, folikel rambut mengalami penekanan yang dapat menyebabkan dinding folikel pecah. Jenis jerawat ini terkadang menimbulkan rasa sakit dan sulit menahan diri untuk tidak memencetnya. Untuk mengatasi jerawat ini bisa memakai masker yang mengandung asam salisilat atau menggunakan masker dari bahan alami, seperti tomat, mentimun, atau perasan lemon yang berguna untuk menghilangkan peradangan.


Jerawat Pustula

(foto:medicalnewstoday.com)

Pustula merupakan jerawat lanjutan dari papula. Jerawat ini memiliki ukuran yang lebih besar, serta berisi nanah dan darah akibat peradangan serta infeksi bakteri yang terjadi di dalam pori-pori. Nanah tersebut menunjuk ke satu titik di kulit atasnya yang membentuk titik putih. Kemunculan jerawat ini ditandai dengan benjolan dasar yang merah dan ujung kepala yang putih. Penyebab munculnya jerawat ini karena kurang menjaga kebersihan wajah, stress, perubahan hormon, dan kerap mengonsumsi makanan olahan atau makanan manis. Jika jerawat ini muncul, tidak disarankan untuk memencet atau mencongkel ujung jerawat yang berisi nanah karena dapat menyebabkan bekas jerawat yang susah untuk hilang. Ada beberapa obat-obatan yang berfungsi untuk mengatasi jerawat ini, diantaranya obat jerawat yang mengandung bahan aktif benzoil peroksida, asam salisilat, atau sulfur. Selain itu, harus rajin mencuci wajah untuk mengurangi sebum, mengonsumsi makanan sehat dan menghindari makanan tinggi lemak.


Jerawat Kistik

(foto:sehatq.com)

Jerawat kistik sering disebut sebagai jerawat batu yang terjadi akibat penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit yang jauh di dalam folikel rambut. Jerawat ini memiliki ukuran yang besar, berwarna kemerahan, keras, sakit bila disentuh, serta berisi nanah dan darah. Bila tidak segera ditangani, peradangan dari jerawat ini akan memecah pori-pori yang dapat menyebar ke jaringan kulit sekitarnya sehingga memicu munculnya jerawat baru. Kistik akan meninggalkan bekas luka ketika mengempes. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat ini, yaitu tidak memencet jerawat, rajin mencuci wajah, kompres menggunakan es batu yang dibalut kain, lalu ditempelkan di jerawat batu dengan tujuan untuk mengecilkan ukuran jerawat. Ada pula masker bahan alami yang dapat digunakan, seperti lidah buaya, tomat, dan kentang.


Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!