Zetizen.com - Perhiasan selalu punya makna tertentu di kehidupan kita. Nggak hanya mempercantik penampilan, tapi juga memiliki kesan sentimental seperti perhiasan warisan keluarga. Meski sudah ada sejak 100.000 tahun yang lalu, perhiasan terus berkembang dan memikat mata. Kalau kamu pernah membayangkan untuk mendesain perhiasanmu sendiri, maka profesi jewelry designer cocok untukmu. Seperti apa sih jewelry designer itu, mari kita simak!

Jewelry designer adalah seseorang yang membuat rancangan perhiasan dan berinovasi agar produk perhiasan yang dihasilkan terlihat menarik. “Profesi jewelry designer ini menarik banget, karena pada umumnya desain kebanyakan produk akan terbatas di fungsi, sementara aspek keindahan hanya nilai tambah saja. Tapi perhiasan adalah objek untuk menghias diri, maka dari itu, keindahan yang jadi aspek utama waktu mendesain perhiasan,” papar Windra Pramanda Siregar, jewelry designer yang kerap disapa Windra.

Ada proses yang cukup panjang di balik peran Jewelry designer dalam mendesain rancangan perhiasan lho. Dimulai dari mencari ide, membuat sketsa kasar hingga rendering 2D atau 3D, dan membuat gambar teknik untuk produksi. Kalau diperlukan, jewelry designer akan membuat model dari wax. Langkah terakhir yaitu memeriksa sampel prototipe sebelum diproduksi.

Skill yang penting untuk dikembangkan adalah taste dan sense. “Seorang desainer wajib punya taste desain yang tinggi agar nilai produk juga tinggi. Taste kita kembangkan dengan melihat referensi produk-produk yang ada. Taste membuat desain perhiasan yang dihasilkan nggak hanya sekadar perhiasan investasi saja, tapi perhiasan yang desireable dan pembeli yang memakai akan merasa bangga,” ungkap Windra. Untuk gambar desain, soal bagus tidaknya gambar itu prioritas nomor dua, yang paling penting adalah komunikatif. Hal ini dilakukan agar pengrajin dapat membuat produk sesuai dengan desain yang dibuat.

Bahan dasar untuk membuat perhiasan ada banyak, namun sebenarnya proses desainnya sama saja. Yang membedakan adalah bagaimana teknik produksi yang nantinya akan menaikkan nilai perhiasan yang sudah jadi. Teknik produksi sendiri bisa menentukan nilai jual dari perhiasan. Namun jika berbicara tentang fine jewelry, teknik pengerjaan akan semakin sulit dan telaten karena material yang digunakan lebih berharga.

“Menariknya, adanya craftmanship itu bisa meningkatkan nilai perhiasan, lho! Misalnya ada produk perhiasan A, dibuat dengan bahan yang relatif murah namun dibuat dengan teknik yang rumit dan seratus persen handmade, akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding produk perhiasan B yang menggunakan bahan mahal namun diproduksi dengan mesin,” jelasnya.

Kesulitan yang sering ditemui jewelry designer adalah bagaimana merealisasikan desain saat diproduksi. Bisa saja ketika desain sudah kuat, tapi nggak bisa diproduksi karena masalah teknis. Selain itu, harga jual juga sering menjadi masalah karena desain dan teknik produksi yang rumit menyebabkan harga menjadi mahal. Mencari keseimbangan di antara dua hal itu adalah hal yang perlu diperhatikan jewelry designer.

Sayang sekali belum banyak program jewelry designer yang khusus di Indonesia, kebanyakan masih cabang dari jurusan desain produk. Meski begitu, kamu bisa menjadi jewelry designer dengan background jurusan apapun karena semua bidang seni bisa diaplikasikan ke jewelry design. Apalagi Indonesia berpotensi besar dalam bidang craftmanship karena banyak sekali pengrajin perhiasan yang telaten membuat produk. Tugas jewelry designer adalah mengangkat nilai mereka dengan menyumbangkan ide agar skill mereka dapat terlihat, baik di skala lokal maupun internasional.

Share
Create Your Own Article!