Zetizen.com - Seorang 3D generalist bekerja untuk sebuah industri film, komersial, games, hingga animasi. Peran 3D generalist sendiri tergantung dari besar kecilnya studio. Di studio kecil, peran 3D generalist akan lebih krusial karena mereka mengatur semua produksi, sedangkan di studio besar, mereka berperan membantu hal kecil agar proses produksi berjalan sesuai alurnya. Umumnya, 3D generalist menggunakan beberapa tools seperti Autodesk Maya, 3dsMax, Substance Suite, dan Zbrush. Mereka biasanya mampu melakukan lebih dari satu spesialisasi di bidang 3D, lho! Yuk, kita cari tahu beberapa spesialisasi dari industri 3D. Check this out

Modeling (Character and Environment)

Spesialisasi ini membuat gambar elemen visual baik dalam games maupun film. Bidang modeling membuat berbagai ilustrasi dari karakter, kendaraan, sampai properti dan senjata yang dibawa oleh karakter. Untuk modeling environment, biasanya mereka akan membuat visual background seperti bangunan, jalan, hutan, lingkungan, dan lainnya. Ilustrasi yang tadinya 2D, akan diubah menjadi bentuk 3D dengan berbagai layer yang kompleks.

Animator

Spesialisasi animator mengubah concept art yang sudah dibuat menjadi realisasi bentuk 3D. Proses ini dimulai dari membuat storyboard untuk memvisualisasikan ceritanya ke dalam gambar. Selain itu, animator juga membuat gambar yang bergerak menggunakan model digital seperti CGI software. Proses render 3D sendiri ternyata butuh kalkulasi matematika, lho. Wah, menarik juga ya!

Texturing

Texturing merupakan spesialisasi yang berperan dalam membuat tekstur untuk objek 3D yang sudah dibuat. Tekstur ini diperlukan untuk membuat objek 3D terlihat lebih hidup dan nyata. Spesialisasi ini memerlukan pemahaman mendalam tentang tekstur kulit manusia, kulit dan sisik hewan, tanaman, bunga, serat dan motif tekstil, elemen arsitektur seperti tembok dan furnitur, hingga elemen-elemen alam seperti pemandangan.

 

 

Share
Create Your Own Article!