Zetizen.com - Interpreter atau juru bahasa adalah seorang ahli bahasa dan komunikasi yang bekerja dalam suatu pertemuan dengan lebih dari satu bahasa. Tugas interpreter di sini untuk membantu menyampaikan pesan secara verbal atau lisan, berbeda halnya dengan translator yang menerjemahkan bahasa secara tertulis. Nah, kali ini Zetizen berkesempatan mewawancarai Andi Deasy Hapsari, seorang interpreter asal Jakarta, untuk membahas fakta dan mitos jadi interpreter. Yuk kita cari tahu lebih lanjut!

Interpreter dan Translator Melakukan Pekerjaan yang Sama

            MITOS. Hayo, siapa nih yang masih sering mengira interpreter dan translator itu sama? Yaps, dua pekerjaan ini berbeda! Interpreter bekerja sebagai juru bahasa simultan atau lisan sedangkan translator adalah juru bahasa tulis. Menariknya, interpreter dan translator itu mengambil edukasi dan melatih skill yang berbeda, lho!

Interpreter Merupakan Pekerjaan yang Menjanjikan dengan Gaji Besar

            FAKTA. Interpreter memang profesi yang menjanjikan sebab pekerjaan ini berperan penting sebagai jembatan dalam komunikasi. Semakin tinggi jam terbang maka kamu juga akan semakin terlatih dan mendapat banyak peluang baru. Meski terlihat mudah, pekerjaan interpreter ini cukup menguras tenaga karena di beberapa kegiatan, kamu akan duduk dan menerjemahkan dalam waktu yang cukup lama.

Orang yang Bisa Bahasa Asing Pasti Bisa Jadi Interpreter

            MITOS. Jadi interpreter itu nggak hanya menerjemahkan bahasa, mereka juga harus cakap dalam berkomunikasi. Bahasa asing adalah salah satu kriteria penting, namun untuk menjadi interpreter yang baik, kamu perlu pelatihan, skill, serta jam terbang yang tinggi. Kalau kamu tertarik menjadi interpreter, menguasai bahasa asing sudah menjadi langkah awal yang baik kok!

Profesi Interpreter Nggak Akan Bisa Hilang Atau Tergantikan Teknologi

            FAKTA. Saat ini, perkembangan teknologi memang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti alat bantu penerjemah. Tetapi, hal ini hanya cocok untuk menerjemahkan percakapan sehari-sehari. Penyampaian suatu komunikasi bahasa lisan sendiri membutuhkan ‘human touch’ yang nggak bisa digantikan sama mesin/robot.

Sering Menerjemahkan Sesuatu yang Sifatnya Rahasia, Interpreter Cocok untuk Orang yang Pelupa

            MITOS. Pelupa atau nggak, seorang interpreter memang harus menjaga kerahasiaan dari setiap klien atau narasumber. Justru seorang interpreter harus melatih memorinya, lho! Sebab, tempo berbicara orang bisa berbeda, kalau pembicara menyampaikan dengan cepat maka kamu juga harus bisa mengikuti dan mengingat apa saja yang disampaikannya. Jangan sampai kamu lupa orangnya menyampaikan apa dan salah menerjemahkan, ya.

 

 

Share
Create Your Own Article!