Zetizen.com - Aktuaris adalah seorang ahli yang bekerja di bagian manajemen risiko. Mereka mengaplikasikan teori ilmu peluang, statistika, dan ekonomi di suatu usaha atau lini bisnis. Menjadi aktuaris berarti perlu mendalami ilmu aktuaria. Aktuaria sendiri dikenal sebagai salah satu jurusan dengan passing grade nilai UTBK tertinggi di bidang sains dan teknologi (Saintek). Lulusan aktuaria di Indonesia masih tergolong sedikit, lho. Padahal di era big data ini, perusahaan apapun akan butuh ahli-ahli bidang aktuaria. Pasti kamu pernah mendengar pernyataan-pernyataan tentang profesi aktuaris. Kira-kira bener nggak sih? Yuk, kita cari tahu faktanya!

1. Belajar aktuaria itu susah banget

MITOS. Susah itu relatif, sebab ada beberapa orang yang memang memiliki bakat di bidang matematika. Asal kamu belajar dan latihan dengan tekun, pastinya akan terbiasa dengan materi-materi aktuaria. Menariknya, ada beberapa aktuaris yang nggak punya latar belakang ilmu matematika, lho.

2. Aktuaris biasanya bekerja di perusahaan asuransi

FAKTA. Materi yang diajarkan saat kuliah memang menggunakan istilah yang berhubungan dengan dunia asuransi. Namun, aktuaris juga dibekali dengan skill lain seperti analisis statistika, peluang, dan dasar matematika. Jadi, aktuaris adalah profesi yang cukup fleksibel dalam lingkungan bisnis. Well, nggak menutup kemungkinan kamu juga bisa bekerja di luar perusahaan asuransi.

3. Pekerjaan dengan gaji tertinggi

FAKTA. Gaji fresh graduate aktuaria biasanya lebih tinggi dibanding jurusan lain. Eitts, kembali lagi, gaji ini akan dinilai berdasarkan value dan pengalaman yang bisa kamu berikan ke perusahaan. So, perbanyaklah pengalaman tentang aktuaria selama berkuliah!

4. Perlu menempuh ujian profesi

FAKTA. Untuk menjadi aktuaris, ada ujian profesi aktuaris yang harus kamu tempuh. Bisa secara lokal dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) atau internasional dari Society of Actuaries (SOA). Ujian-ujian tersebut akan menentukan berapa level kemahiran kamu dalam bidang aktuaria. Levelnya terbagi jadi dua, yaitu associate (ASAI atau ASA) dan fellow (FSAI atau FSA).

 

Share
Create Your Own Article!