Zetizen.jawapos.com - Everybody loves music! Musik sudah jadi bagian yang nggak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Buat kamu yang ingin sensasi baru saat dengerin musik, coba deh pakai audio 8D. Pecinta musik pasti nggak asing dengan musik beraudio 8 dimensi. Yap, format audio 8D membuat lagu yang kamu dengar seakan-akan berputar di kepala. Wah, kok bisa timbul efek gitu, ya? Yuk, simak faktanya! 

Dirancang Menggunkan Efek Binaural

Ternyata, audio nggak memiliki dimensi sama sekali, lho! Audio 8D dirancang menggunakan prinsip perekaman efek binaural yang ditambahkan pada trek stereo. Binaural adalah dua nada dengan frekuensi yang sedikit berbeda di setiap telinga. Efek tersebut dapat mengelabui otak agar berpikir suara berasal dari tiap sudut yang berbeda. Nggak heran, kalau lagi mendengarkan musik audio 8D, rasanya seperti di tengah-tengah konser.

Proses Perekaman yang Susah

Sejak tahun 1970, perekaman binaural lebih dikenal dengan istilah surround sound full-sphere. Perekaman ini mengadopsi kemampuan kedua telinga yang berbeda dalam menangkap sumber suara. Jadi, butuh headphone untuk mendengar audio 8D agar telinga terisolasi satu sama lain. Proses perekamannya pun terbilang cukup susah karena harus membuat kepala dan telinga tiruan agar kualitas audio dan ilusi gerakan fisik bisa optimal.

Cara merekamnya dengan menggabungkan teknik ekualisasi, panning, dan efek. Teknik ekualisasi suara melibatkan penggunaan equalizer untuk menyesuaikan frekuensi audio. Panning melibatkan pencampuran audio sehingga suara terdengar seperti datang dari arah berbeda. Ada juga efek gema yang bikin audio seolah memantul dari telinga ke telinga.

Membantu Mengurangi Stres Hingga Alternatif Relaksasi

Musik binaural/audio 8D sama halnya dengan ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). Keduanya dijadikan alternatif untuk relaksasi, membantu tidur lebih nyenyak, dan mengurangi stres. Namun, sebagian orang merasa nggak nyaman mendengarkan audio 8D karena kecepatan frekuensinya mudah berubah. Well, suka atau nggak, yang utama adalah menjaga ukuran volume headphone. Sebab, suara yang terlalu keras dapat merusak gendang telinga.

Buat Audio 8D Kamu Sendiri!

Yap, we can also create it! Eittss, kita harus paham dulu tentang suara mono dan stereo. Suara stereo dapat terdengar beda di headphone kanan dan kiri, sedangkan suara mono harus sama di headphone kanan dan kiri. Nggak harus melakukan perekaman seara manual kok! Kini sudah banyak software yang bisa mengonversi audio stereo normal menjadi surround sound seperti Audacity dengan plugin ambeo orbit

Share
Create Your Own Article!