Zetizen.jawapos.com - Tahu nggak sih sampah plastik itu butuh waktu ratusan tahun untuk bisa terurai secara alami. Selain susah terurai, proses pengolahannya juga bisa menimbulkan zat beracun. Eitss, kita masih bisa mengurangi sampah plastik dengan mendaur ulang, kok. Kali ini Zetizen bareng Latisha bakal ngobrolin cara menyulap tutup botol plastik jadi aksesori cantik.

Dari dulu, Latisha mengaku suka mengumpulkan tutup botol plastik karena warnanya yang lucu. Baginya, sampah plastik itu pasti bisa menjadi sesuatu yang baru daripada hanya menjadi sampah yang merusak lingkungan. Apalagi, hidup kita sudah banyak terkontaminasi plastik. Latisha berinisiatif mengubah sampah plastik jadi barang yang lebih bermanfaat.

“Waktu itu aku lagi nongkrong sama temanku, Yunia. Dia cerita kalau bisnis aksesorinya lagi buntu dan nggak jalan. Kebetulan Yunia lagi minum salah satu minuman yang tutup botolnya warna ungu dan lucu banget! Dia juga baru sadar kalau ternyata warna tutup botol plastik itu bagus. Dari situ, akhirnya kepikiran buat coba bikin aksesori dari sampah plastik,” ungkapnya.

Latisha dan Yunia lebih senang disebut sebagai plastic glow up specialist. Sebab, mereka mengubah sampah plastik yang buruk jadi indah. “Kita mulai deh kegiatan ‘operasi plastik’ sekaligus mempercantik bumi dan diri sendiri,” imbuh Latisha. Wah, menarik dan bermanfaat banget ya!

Awalnya, Latisha dan Yunia melakukan research terlebih dahulu. Mereka mencari jenis plastik yang mudah di-recycle dan minim risiko seperti plastik HDPE. Kemudian observasi sifat plastik, belajar mengolah plastik yang beracun menjadi aman dipakai, hingga bereksperimen untuk menemukan cara daur ulang yang bagus. Sebisa mungkin mereka membuatnya menjadi menarik, unik, dan unrepeatable.

“Setelah plastik HDPE terkumpul, kita bersihkan dulu. Lalu, dicacah dan dibentuk sebelum dipanaskan sampai meleleh. Harus ekstra hati-hati dan dipanaskan menggunakan tempat tertutup biar racunnya nggak terhirup. Hasil daur ulang plastik HDPE tetap aman kok. Oh ya, kita pakainya alat sederhana aja seperti cutter, gunting, setrika, dan oven. Ya, walaupun lebih capek motong plastiknya dan tanganku sama Yunia sering berdarah karena kepotong, tapi seru!” jelasnya.

Voila! Sampah plastik pun berubah menjadi anting, jepit rambut, dan pin yang colorful. “Semoga beberapa tahun lagi, kita udah nggak lihat sampah plastik berserakan di jalan. Indonesia bisa bersih dan bebas banjir. Yuk, mulai sadar diri untuk buang sampah pada tempatnya dan kurangi pengunaan plastik sekali pakai!” pesan Latisha. Well, kalau kamu punya plastik HDPE yang nggak terpakai, bisa banget lho didonasikan ke Latisha dan Yunia lewat Instagram @keplastikan.  

Share
Create Your Own Article!