Zetizen.jawapos.com - Sebagai mahasiswa, tugas kita nggak cuman belajar di dalam kelas. Tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mewakili aspirasi masyarakat. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap kondisi sekitar. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagaimana yang dilakukan BEM Vokasi Universitas Airlangga melalui Vocational Social Project (VOSPRO).

Kali ini VOSPRO mengusung tema Synergistic Involvement Of College Student In Improving The Quality Of Rural Life Communities. Fokusnya mencakup empat bidang, yakni ekonomi, teknik, kesehatan dan lingkungan hidup. “Kita ingin belajar membentuk jiwa kepedulian terhadap sesama dengan memberi edukasi, sosialisasi, dan pelatihan kepada masyarakat untuk terus semangat dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki,” ungkap Risma Ayu selaku ketua pelaksana VOSPRO 2021.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari sejak tanggal 22 sampai 25 September itu diadakan secara hybrid. Selain melalui media daring, kegiatan juga dilakukan langsung di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Tentu, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan membatasi partisipan yang hadir.

VOSPRO punya beragam agenda, lho! Mulai dari sosialisasi sampah, demo pembuatan yogurt, pasar murah, medical check up, dan banyak lagi. “Selama kegiatan, perangkat desa, lembaga perizinan, dan warga setempat sangat antusias dan memperbolehkan kami mengadakan kegiatan ini. Sebab, kegiatan ini memberikan dampak positif sesuai dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di desa Kradinan,” jelas Risma.

 Bincang Kartar menjadi acara pembuka kegiatan VOSPRO. Itu adalah kegiatan diskusi terkait potensi Desa Kradinan bersama dengan pemuda setempat. Setiap kegiatan juga menghadirkan pakar sesuai bidangnya. Misalnya, sosialisasi ternak bersama Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, sosialisasi dengan mengundang Dinas Lingkungan Hidup, dan sosialisasi kesehatan dan fisioterapi yang menghadirkan Dinas Kesehatan untuk memberi penyuluhan terkait vaksin Covid-19.

 Masyarakat setempat paling antusias dengan kegiatan pasar murah, pembuatan jamu kunir asam, dan medical check-up yang meliputi cek tensi, gula darah, serta mengukur tinggi dan berat badan. Untuk meningkatkan minat baca anak-anak, panitia juga mendirikan rumah baca. Adapula demo pembuatan yogurt sebagai upaya menciptakan ladang usaha. Sebab, sebagai desa penghasil susu sapi murni, desa Kradinan belum bisa mengolahnya dengan baik.

 “Semoga semua kegiatan yang sudah dilaksanakan itu dapat berguna bagi masyarakat desa Kradinan dalam jangka waktu yang panjang,” tutup Risma. Wah, ikut kegiatan pengabdian masyarakat nggak cuman seru ya, tapi juga sangat bermanfaat!

Share
Create Your Own Article!