Dallergut Toko Penjual Mimpi

Penulis                   : Lee Miye

Penerbit                 : PT Bentang Aksara Cahaya

Rilis                       : 2021

Jumlah halaman    : 290 

Zetizen.jawapos.com - Zetizen book club is back! Kali ini Zetizen dan anggota book club kembali berkumpul untuk mengulas buku Dallergut Toko Penjual Mimpi karya Lee Miye. Meski diadakan secara virtual, kegiatan berlangsung fun dan seru. Let’s review!

Selamat datang di Dallergut, ingin mencari mimpi apa? Dallergut Toko Penjual Mimpi merupakan novel tentang sebuah desa yang hanya bisa kamu kunjungi ketika tidur. Di desa itu, ada satu tempat yang populer. Yakni, Dallergut, sebuah toko yang menjual mimpi. Kamu bakal bertualang bersama Penny, si karyawan baru, untuk merasakan bekerja di toko mimpi.

Novel terjemahan itu awalnya dipublikasikan dalam bentuk e-book di situs crowdfunding di Korea Selatan. Akhirnya, novel tersebut diterbitkan berkat antusiasme pembaca. Dan boom! Dallergut Toko Penjual Mimpi seketika menjadi international bestseller. Beberapa idol K-pop bahkan merekomendasikan buku tersebut. Di antaranya, Wonwoo SEVENTEEN, Onew SHINee, dan Yujin CLC.

Lee Miye berhasil mengemas novel fantasi yang biasanya berat menjadi bacaan ringan. Konsep cerita dan plot yang disuguhkan cukup menarik. Dallergut mampu menjawab semua pertanyaan terkait dengan mimpi dengan cara yang unik. Mulai mimpi buruk, mimpi mendapat inspirasi, mimpi pertanda, sampai perasaan deja vu. 

 ’’Aku baca buku ini jadi pengin tidur mulu. Kayak pengin datang ke Dallergut terus memilih mimpi. Kan ada tuh mimpi bertemu idola,’’ tutur Refiana Andiyah, salah seorang anggota book club. Yaps! Kesembilan babnya bakal membawa pembaca untuk menjelajahi setiap lantai dan genre mimpi. Kamu juga berkesempatan mengenal manajer dari tiap lantai, bertemu produser mimpi terkenal, dan datang ke acara penghargaan mimpi.

Visual toko Dallergut yang terpajang di kover buku cukup menyita perhatian. Sayang, beberapa karakter dan latar sulit dibayangkan. ’’Mungkin karena beberapa terjemahan ada yang terlalu baku dan sulit dipahami,’’ ungkap Rieke Faradhilla. Oh ya, jangan mengharapkan plot dengan konflik yang kompleks. Dallergut Toko Penjual Mimpi adalah bacaan santai yang minim konflik.

’’Aku kira bakal bertualang sama Penny kayak di sinopsisnya. Ternyata beda,’’ imbuh Anastasia Trifena. Meski begitu, banyak hal yang bisa dipetik dari buku ini. Salah satunya, perkataan dari seorang produser mimpi yang bilang bahwa sering kali kita fokus terhadap kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki. Hal itu membuat kita nggak bebas. Jadi, dengan bermimpi, kita bisa berani melangkah maju.

Well, buku ini cocok dibaca semua usia. Kamu akan menemukan kehangatan dan hiburan di tengah waktu rehat. Buku keduanya juga sudah terbit di Korea, lho! Namun, belum terbit di Indonesia. Sambil menunggu, hari ini mau beli mimpi apa?

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!