Zetizen.jawapos.com - Rasa sepi emang nggak bisa dihindari. Apalagi semenjak pandemi interaksi sosial dengan dunia luar jadi terbatas. Jenuh sudah pasti. Kondisi itu bisa memengaruhi emosi dan perasaan, bahkan kesehatan mental seseorang. You just need someone to talk to! Hmm, tapi kudu ngobrol sama siapa ya? Hey, you’re not alone, let’s talk! 

Hubungi Teman, Jangan Gengsi! 

Yap, jangan gengsi untuk menghubungi temanmu terlebih dahulu! Merasa canggung karena lama tidak bertemu dan berkabar? It will fine. Kamu bisa membuka obrolan dengan menanyakan kabar atau nostalgia kenangan bersama. Baru setelah itu, ceritakan apa yang mengganggu pikiranmu. Let it flow! Eitts, hargai juga temanmu dengan memberinya kesempatan untuk bercerita. Semakin sering curhat, semakin dekat hubungan pertemanan.

Mulailah Aktif Bersosialisasi 

Gabung komunitas atau volunteer bisa menjadi langkah awal untuk bersosialisasi. Kamu akan banyak bertemu orang baru dan nggak merasa sepi lagi. Di setiap pertemuan, pasti ada banyak hal yang bisa dibicarakan. Nggak menutup kemungkinan dia menjadi teman bicara yang asik di luar komunitas.

Ngobrol sama Teman Online 

Terkadang ngobrol sama stranger cukup membantu mengurangi perasaan sepi lho! Kamu bisa mencari teman baru melalui media sosial atau aplikasi buat curhat. Karena nggak saling kenal, kamu bakal merasa aman menceritakan masalahmu tanpa takut dihakimi. Sekadar obrolan ringan juga boleh. Meski begitu, jangan sampai oversharing ya. Tetap batasi ceritamu dan jangan sebarkan hal-hal sifatnya pribadi!

Konsultasi dengan Ahli 

Kalau kamu merasa sangat lelah dan nggak punya seseorang untuk berbagi, nggak ada salahnya mengunjungi terapis atau psikolog. Mereka akan membantu memahami perasaan dan emosimu. Termasuk memberikan masukan dan solusi mengelola pikiran agar merasa lebih baik. Kalau ragu berkunjung secara langsung, kamu bisa mencoba konsultasi via online. Selain lebih kondusif untuk jadwal yang padat, terkadang opsi itu jauh lebih terjangkau.

Bicara dengan Diri Sendiri atau Self-talk 

Last but not least, let’s do self-talk. Ciptakan self-talk yang membangun dan nggak menyalahkan diri sendiri. Lakukan itu secara rutin, baik dalam hati maupun lantang. Opsi lainnya dengan menulis semua yang kamu alami ke dalam buku harian. Itu cukup efektif untuk menggantikan kekosongan teman bicara. Sebab, kamu tetap bisa mengungkapkan perasaan dan membebaskan tekanan yang dirasakan. Beban pun perlahan berkurang and bye overthinking!

Share
Create Your Own Article!