Zetizen.jawapos.com - Limbah memang nggak baik untuk lingkungan. Tak hanya merusak alam, tapi juga nggak baik untuk kesehatan. Salah satu siswi asal Surabaya ini mengolah limbah makanan atau food waste menggunakan metode Maggot BSF. Apa itu Maggot BSF? Yuk cari tahu!

Maggot BSF adalah dekomposer pengurai sampah organik yang handal dan tercepat. Maggot BSF bisa mengolah sampah organik dua kali dari bobot tubuhnya dalam waktu 1 sampai 3 jam saja, lho. “Dalam pengolahannya maggot BSF juga menerapkan sistem zero waste, jadi seluruh hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan, salah satunya menjadi Kasgot. Kasgot adalah hasil residu sisa pengolahan maggot BSF yang tidak dapat terurai sempurna dan dapat digunakan menjadi pupuk,” jelas Fildza Ghassani Andias.

Fildza, sapaan akrabnya, mulai tergerak setelah melihat banyaknya sampah organik di sekitar rumahnya. Selain itu, Indonesia juga merupakan penyumbang sampah terbesar kedua setelah Arab Saudi.

Tentu, proses pembuatan Maggot BSF nggak mudah. “Aku cukup kesulitan untuk mendapat sampah dari warung dengan alasan magic,” ungkapnya. Sembari melakukan penelitian, Fildza membuat program tabungan sampah untuk warga sekitar. Jadi, tiap warga yang memiliki sampah bisa memberikannya ke Fildza dan akan ditukar dengan uang atau makanan pokok. Alhasil, warga lebih sadar pengolahan limbah.

“Saat ini aku sedang mengembangkan pelet pakan ternak serta mengolah lebih banyak sampah organik. Dari Januari sampai saat ini, aku sudah mengolah 150 ton sampah organik,” tuturnya. Selain itu, Fildza juga tengah membuat salep bekas luka dari Maggot. Keren!

Siswi SMPN 6 Surabaya itu berharap bisa mengurangi sampah-sampah organik di Surabaya. Tak hanya itu, sebelumnya Fildza telah mengolah 45 kg limbah tekstil menjadi barang yang berguna. Dia mengolah limbah tersebut menjadi masker, pita rambut, hingga pembalut kain. (elv/lai)

 

 

Share
Create Your Own Article!