Zetizen.com -  Siapa sih yang nggak khawatir ketika kucingmu tiba-tiba menunjukkan tingkah yang aneh? Jangan diremehin ya! Itu pertanda bahwa kucingmu lagi sakit. Zetizen Team berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Hewan (RSH) Universitas Airlangga Surabaya dan menengok beberapa kucing sakit yang sedang dirawat.

Nah, di sana Zetizen Team berhasil dapat informasi dari Miyayu S. Sutanto, drh, M Vet. Sebelum sakitnya makin parah dan harus rawat inap, Zetizen merangkum 6 masalah kesehatan yang sering diderita kucing dan cara tepat melakukan Pertolongan Pertama Pada Kucing Kesayangan (P3K2). Siap? Yuk simak! (ndy/sam)

 

Luka-luka

Ciri-ciri: Luka bisa terlihat secara kasat mata. Kucing akan menjilat terus-terusan daerah luka sebagai proses penyembuhan diri.

Penanganan: Bersihkan luka dengan kapas yang telah diberi cairan antiseptik. Misalnya, cairan hand sanitizer atau Betadine (povidone-iodine) yang dilarutkan alcohol masing-masing satu tetes. Aman kok jika misalnya cairan itu terjilat kucing. Soalnya alcohol akan cepat menguap.

 

Infeksi Telinga

Ciri-ciri: Sering menggaruk bagian belakang telinga hingga muncul luka lecet. Kuping bagian dalam sangat kotor, bahkan terlihat ada cairan wax telinga yang cukup banyak. Kemungkinan kemasukan benda asing seperti air maupun parasit earmite.

Penanganan:  Bersihkan perlahan dengan kapas atau cotton bud. Sehingga kotoran telinga dapat terangkat dan nggak menyisakan kapas di dalam. Kalau perlu, gunakan obat tetes telinga kucing buat membersihkan telinga kucing hingga bagian terdalam.

 

Flu Kucing

Ciri-ciri: Hampir sama kayak manusia, hidung kucing juga bisa mengeluarkan ingus, bersin dan panas. Flu merupakan penyakit musiman yang harus segera ditangani. Sebab, daya tahan tubuh kucingmu jadi amat lemah saat flu.

Penanganan: Supaya rongga pernapasannya lega, beri uap air panas yang sudah ditetesin minyak mint atau menthol. Eits, kucing nggak boleh sembarangan dikasih paracetamol ya! Sebab parasetamol bukan obat penurun panas yang baik bagi kucing. Sebaliknya, beri setengah kapsul vitamin B atau vitamin C sehari sekali.

 

Keracunan

Ciri-ciri: Frekuensi muntah sejam lebih dari tiga kali. Saat muntah, mulutnya juga mengeluarkan busa. Coba cek gusinya, jika terlihat pucat, fix! Kucingmu dalam bahaya keracunan.

Penanganan : Beri dia minum dengan spuit jarum suntik. Selain itu kamu juga memberinya susu steril atau pil karbon aktif yang sudah dilarutkan sebanyak 2-5 butir untuk menyerap racun. Kalau nggak ada, air degan hijau juga boleh kok.

 

Susah Buang Air

Ciri-ciri: Sering terlihat berusaha buat buang air, tapi nggak ada yang dikeluarkan. Frekuensi kencing kucing lebih sering tapi urin hanya sedikit. Makanya, si kucing jadi sering banget gelisah di sekitar litter box. Bahkan kadang-kadang sampai muntah.

Penanganan : Jangan dibiarkan lebih dari 24 jam ya, karena kucing bisa teracuni oleh zat-zat pada urin maupun kotoran yang akhirnya terserap. Bersihkan daerah genitalnya dengan campuran cairan antiseptik dan air hangat. Beri air minum dengan spuit jarum suntik. Jika susah buang air besar, oleskan minyak goreng atau cairan gliserol pada anusnya.

 

Jamuran dan Ringworm

Ciri-ciri: Bulu-bulu banyak yang rontok, tapi hanya di daerah tertentu. Bisa jadi sampai botak. Hal itu dikarenakna jamur dan bakteri. Jika parasit sampai bersarang, kucingmu juga bisa lemas dan anemia karena parasit yang menghisap darahnya.

Penanganan: Segera bersihkan badan kucing dan kandangnya. Jemur kucing dan kandangnya secara berkala di terik matahari. Lalu, oleskan salep Betadine (Povidone-iodine) atau Ketoconazole yang bisa kamu dapatkan di apotek terdekat.

 

Share
Create Your Own Article!