Juri lomba cosplay di World of Gaming 1.3 Surabaya Series (dari kiri: Yukitora-Indonesia, Yau dan Kuratsu-Hongkong, Valxonia-Thailand, Prince Ingga-Indonesia, Nathanael Welly-Chief Operating Officer WOG) . Foto: Hafidz Zetizen Team

 

Zetizen.com – Kompetisi gaming tingkat nasional World of Gaming (WOG) 1.3 memanjakan pencinta game Surabaya pada 28-29 Mei 2016 kemarin. Diselenggarakan di atrium Lenmarc Mall, Surabaya jadi kota ketiga sekaligus terakhir dalam rangkaian WOG series. Sebelumnya WOG telah mengunjungi Jakarta dan Semarang. Nggak hanya menantang para gamer, WOG juga memberi wadah bagi cosplayer. Kerennya, lomba cosplay dijuri oleh cosplayer internasional, yakni Valxonia dari Thailand, serta Yau dan Kuratsu dari Hongkong.

Kehadiran juri cosplayer internasional mengundang animo tinggi di antara pecinta japanese culture. Cosplay (costum play) yang dilombakan meliputi Street, No Armour, dan Single Armour. Bagi peserta Cosplay, juri mancanegara itu jadi tantangan tersendiri. “Rasanya deg-deg an. Tapi senang juga karena lomba ini jurinya kompeten.” tutur Ganz, salah satu peserta lomba Cosplay di WOG. 

Suasana penjurian lomba cosplay di WOG Surabaya. Foto: Hafidz ZetizenTeam

 

Menurut para juri, Cosplay di Indonesia cukup potensial. “Cosplayer Indonesia nice. Sudah kreatif dengan kolaborasi performa dengan video.” sebut Valxonia. Dalam parameter penilaiannya, Valxonia dkk melihat dari segi kostum dan perfomance. Faktor entertain juga jadi nilai tambah. Juri-juri internasional itu juga didampingi oleh juri asal Indonesia yang berpengalaman seperti Yukitora dan Prince Ingga.

Hadirnya cosplayer-cosplayer internasional ini menunjukkan meningkatnya level cosplay di Indonesia. “Kehadiran mereka menunjukkan kelas cosplay Indonesia yang sudah bagus. Dua juri asal Indonesia itu juga sudah punya jam terbang internasional.” Harapannya, kehadiran cosplayer Indonesia yang sudah go international bakal memotivasi cosplayer-cosplayer lainnya untuk mengikuti.

Nathanael Welly, Chief Operating Officer dari WOG menjelaskan bahwa main nggak sekadar buang-buang waktu. “Sekarang, game bisa dibilang olahraga jenis baru yang disebut e-sport. Maka dari itu WOG menyediakan wadah bagi atlet-atlet game ini.” 

Kompetisi Dota 2 jadi salah satu lomba di WOG. Foto: Hafidz Zetizen Team

 

Suasana World of Gaming 1.3 Surabaya Series di Lenmarc Mall. Foto: Hafidz Zetizen Team

 

Rupanya,WOG disambut warga Surabaya dengan animo cukup tinggi. Untuk game Dota 2 saja, peserta lomba mencapai 48 tim. Bahkan peserta juga datang dari luar kota  seperti Tangerang dan Bandung. “Kami memang terbiasa ikut lomba. Ke luar kota hitung-hitung main juga.” kata Ervandi, peserta lomba Dota 2 asal Tangerang. Selain Dota 2, game lain yang dilombakan adalah Pes 2013 dan Ayo Dance. Pemenang dari WOG Surabaya series bakal diadu di Jakarta melawan pemenang dari kota-kota sebelumnya. (fhr/sam)

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!