Zetizen.com – Tau nggak sih, 5 di antara 10 Zetizen ternyata bercita-cita menjadi dokter dan banker? Padahal, banyak juga pekerjaan yang super cool di dunia maya. Apalagi dengan meledaknya populasi pengguna social media belakangan ini. Nggak salah kalau profesi macam content creator di Instagram kayak Yusuf Adam (@adamsaysmusic). Atau, social media analyst kayak Cenmidtal Cuaca Mulyanto dari Mirum Agency jadi salah satu profesi presitisus yang juga fun buat dijalanin. Penasaran sama kerjaan mereka? Langsung aja simak penuturan mereka.  (msh/zhr/c14/and/giv)

Chendmital Cuaca Mulyanto, Socmed Analyst Mirum Agency

Social Media Analyst

Generasi Z merupakan generasi gadget addict. Sayangnya, 56,5 persen Zetizen justru nggak tahu tentang pekerjaan socmed analyst. ’’Kerja jadi socmed analyst itu seru dan berasa jadi detektif karena aku harus mereka-reka kejadian yang belum ada demi menyukseskan pencitraan brand klien,’’ ujar Cenmidtal Cuaca Mulyanto, socmed analyst Mirum Agency. Yap, pekerjaan socmed analyst adalah menganalisis platform digital dari sejumlah brand yang menjadi kliennya. Tugas utamanya, melihat target audiens dari brand kliennya.

Nggak cuma bertugas nambah followers untuk brand klien, tapi socmed analyst juga harus bisa memancing feedback dari followers tersebut. Selain itu, socmed analyst harus mengikuti cepatnya perkembangan platform digital.’’Bisa aja rekomendasiku terhadap klien tiga bulan lalu nggak relevan dipakai sekarang. Jadi, harus stay up-to-date,’’ tutur pria yang berlatar belakang pendidikan sains tersebut.

Tapi, di balik liku-liku itu, yang bikin Cenmi amazed adalah medsos mampu membuatnya mengenal banyak orang. Setiap mendapat brand dan klien baru, dia merasa seperti berkenalan dengan orang baru. ’’Yang aku pelajari adalah mengenal lebih dalam audiens dari setiap brand,’’ ungkapnya.

Yusuf Adam, Content Creator

Content Creator

’’Anak muda masa kini lebih sering main internet daripada nonton TV. Kebutuhan terhadap seorang inovator di media sosial akan selalu ada,’’ Ucap Yusuf Adam. Selain socmed analyst, karir content creator yang digeluti Adam itu nggak kalah seru. As we see, feeds Instagram Adam full dengan foto-foto eye-catching dengan ciri khas warna turqoise.

Sebagian besar foto tersebut merupakan konten iklan berbagai produk yang diciptakannya. ’’Tema feed Instagram-ku adalah Life in Technicolor. Prinsipku, semua objek hanya bisa kupotret dan ku-upload kalau mengandung unsur warna turquoise,’’ jelas cowok yang masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta tersebut. Yap, ciri khas adalah salah satu kunci content creator agar karyanya memorable dan unik.

Meski demikian, tantangan terbesar dari profesi ini adalah menyeimbangkan unsur seni dan kebutuhan klien. Soalnya, Adam mengaku dirinya nggak bisa berlaku egosentris dan hanya memikirkan segi idelisme sendinya saja. Semua harus tetap ditentukan lewat brifing dengan klien. Bahkan, demi memenuhi keinginan brand klien, Adam menjejaki berbagai tempat untuk mencari properti. Mulai cosmetic store sampai pasar tradisional yang becek.

Nggak sampai disitu, seorang content creator juga nggak boleh terlalu lama kehabisan ide. Sebab, kalau content creator stuck, klien juga bakal nggak puas dengan hasilnya. Di balik fee yang diberikan klien, harus ada konten yang senilai. ’’Aku juga akan memaksakan diri mencari ide dari sumber apa pun dan berpikir out of the box,’’ tandas Adam.

 

photo source by gilang zetizen team
Share
Create Your Own Article!