Gedung Balai Kota Surabaya. Foto-foto: Hamzah/Zetizen Team

 

Zetizen.com - Sebagai kota yang dijuluki Kota Pahlawan, Surabaya menyimpan banyak misteri yang membangun sejarahnya. Salah satunya adalah bunker yang tersembunyi di bawah gedung Balai Kota Surabaya. Rumornya, bunker ini merupakan jalan pelarian rahasia pemerintah kota di zaman kolonial dulu lho. Berikut hasil penelusuran Zetizen Team, yuk simak! (fhr/sam)

 

Dibangun oleh Kolonial Belanda

Bangunan Balai Kota Surabaya didesain oleh arsitek Belanda, C.C. Critoen, pada 1923. Yep, pada masa itu Indonesia emang belum merdeka. Bayangin guys, gedung Balai Kota udah berusia 93 tahun! Jadi, sebelum dipakai Walikota Surabaya sekarang, Balai Kota itu dibangun sebagai kantor walikota asal Belanda. Kalau gedung Balai Kota udah sering dipugar dan direnovasi, bunker di bawahnya nggak ikutan disentuh. So, it must be very old!

 

Bunker ini bisa diakses lewat tangga bawah tanah di belakang ruang lobi Balai Kota. Setelah menuruni beberapa anak tangga, tampaklah pintu baja berwarna hijau yang terkesan tua tapi tetap kokoh. Zetizen Team masuk ke dalam ruangan bunker yang berukuran sekitar 6x4x3 meter. Cukup luas untuk tempat persembunyian.

 

Pintu masuk bunker

 

Sebagai ruangan bawah tanah tanpa ventilasi, sirkulasi udara di dalam bunker amat buruk. Jika kesana, mungkin kamu nggak bakal tahan lebih dari 10 menit atau kamu pasti terbatuk-batuk bahkan pingsan.

 

Di kedua sisi bunker, masing-masing terdapat tangga besi yang hanya muat dinaiki satu orang. Anak tangga itu mengarah pada lorong berukuran 1,5x1,5 meter. Rumornya, lorong di sisi kiri bunker terhubung hingga ke Rumah Dinas Walikota yang ditempati Tri Rismaharini saat ini. Sedangkan lorong kanan tembus ke Gereja Maranatha yang hampir setua gedung Balai Kota.

 

Tangga menuju lorong

 

Rumor: Tembus ke Gereja Maranatha dan Rumah Walikota

Bangsa Indonesia sering melakukan perlawanan pada masa pemerintah kolonial Belanda. Pihak Belanda tentu nggak pernah merasa sepenuhnya aman. So, bunker ini jadi salah satu jalur pelarian rahasia buat kaburnya orang-orang penting Belanda apabila terjadi kekacauan. Bunker itu juga disiapkan sebagai antisiapasi kekacauan Perang Dunia II (1939-1945).

 

Berdasarkan kabar yang beredar, lorong bunker berisi jalan bawah tanah yang mengarah ke Gereja Maranatha dan Rumah Walikota. Kedua bangunan itu berada di seberang Balai Kota. Sayangnya, info ini bersifat turun temurun dan sulit dibuktikan, mengingat jalan bawah tanah bunker udah nggak bisa diakses, termakan usia dan nggak aman.

 

Rumah Dinas Walikota Surabaya

 

Gereja Maranatha Surabaya

 

“Dari arah petanya memang mengarah ke sana. Tapi tidak ada yang bisa mengaksesnya, karena sudah tidak memungkinkan.” kata Khoirul, petugas pemandu Bunker Balai Kota Surabaya. Sisa dari jalan rahasia itu sebenarnya masih ada, tapi hanya sekian langkah aja sudah diblokir. Yang pasti, buat melewatinya orang dewasa perlu merunduk sepanjang jalan itu. Yang punya claustrophobic (phobia ruang sempit) nggak bakal sanggup tuh..

 

Jadi Cagar Budaya Sejak Era Bu Risma

Meski punya misteri sejarah yang menarik, ternyata bunker ini sempat terbengkalai. Bahkan sempat cukup lama hanya menjadi gudang penyimpanan benda-benda antik dan penyimpanan beras.

 

“Sebelumnya cuma jadi gudang yang kotor banget. Baru waktu Bu Risma naik, bunker ini diberisihkan dan dijadikan cagar budaya.” sebut Khoirul.

 

Sayangnya nggak mudah buat masuk ke bunker Balai Kota ini. Butuh surat izin tertentu yang ditujukan ke walikota. Selain itu, bisa juga mengunjungi bunker bersama tur-tur budaya yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Contohnya, seperti tur Surabaya Heritage Track yang difasilitasi House of Sampoerna.

 

Sebenarnya, Surabaya disebut masih menyimpan 257 bunker lainnya. Tapi cuma bunker di Balai Kota ini lah yang masih bisa dikunjungi umum. Sisanya sudah lama terkubur termakan zaman. Mungkin saja di bawah rumahmu?

 

Share
Create Your Own Article!