“Nggak ada batasan untuk mengejar ilmu dan mencari pengalaman”. Ini yang diyakini Maisyarah Martin, siswi SMAN 1 Payakumbuh, Sumatera Barat. Cewek yang akrab disapa Syarah ini berhasil mengikuti student exchange AFS/YES year program 2015/2016 ke South Dakota, Amerika Serikat. Syarah bahkan sampai rela menunda setahun terkahir masa SMA-nya untuk program tersebut loh. Gimana ya keseruan mengikuti program pertukaran pelajar? Yuk, simak chit chat langsung bareng Syarah! (dhs/ver)

Syarah saat di Amerika Serikat. Foto: dok. pribadi

 

-Hai, Syarah! Gimana sih cerita awal keberangkatanmu ke AS?

“Hai, Zetizen! Aku berangkat bulan Agustus 2015 bersama 85 peserta yang akan disebar ke beberapa daerah di Amerika Serikat. Sebelum berangkat, aku sempat penasaran sama host family di sana seperti apa. Ternyata begitu sampai, host family aku yang terdiri dari ibu dan satu anak ini ramah banget. Bahkan, mereka sampai menyediakan keperluan seperti lemari dan kasur baru biar aku nyaman tinggal disana selama 10 bulan. Mereka juga rela selama 10 bulan stop mengkonsumsi daging babi untuk menghormatiku sebagai muslim. Setiap weekend aku diajak berkeliling South Dakota dan sekitarnya buat mengenal daerah serta kebudayaan di sana. Misalnya datang ke Christmas Concert, makan makanan Mexico, dan belajar berbicara dalam bahasa Inggris yang baik dan benar”.

Di AS, Syarah diterima dengan baik oleh host family-nya. Foto: dok. pribadi

 

-Then, gimana dengan lingkungan sekolah di sana? 

“Selama di South Dakota, aku sekolah di Lennox High School. Sekolahku ini terbilang kecil kerena cuma terdiri dari 365 anak. Kehadiranku sempat jadi keanehan tersendiri bagi mereka, apalagi aku berhijab. Di awal kelas banyak yang tanya “Benda apa itu yang ada di atas kepalamu?” atau “Kenapa kamu menggunakan shawl padahal ini musim panas?”. Jadi aku harus menjelaskan satu persatu kepada mereka tentang hijab. Di sana, aku wajibkan untuk memilih 8 mata pelajaran, 2 mata pelajar umum, dan 6 lainnya mata pelajaran pendamping. Aku juga aktif di kegiatan voli dan golf sekolah. Nggak seperti yang aku banyangin sebelumnya, ternyata anak-anak di Amerika ramah banget. Contohnya, aku selalu ditawarkan untuk pulang bareng atau di beri tumpangan. Senang banget karena mereka begitu baik”.

Banyak manfaat yang didapat Syarah selama ikut student exchange, salah satunya mendapat teman baru. Foto: dok. pribadi

 

-Apa sih yang bikin program ini worth it banget? 

"Selain punya pengalaman buat sekolah di luar negeri, kalian juga akan diberi full scholarship mulai dari 125 dolar untuk biaya hidup disana. Lalu ada tambahan 300 dolar untuk kebutuhan sekolah, serta jaminan asuransi. Dan banyak yang mikir kan buat apa ngebuang waktu satu tahun sekolah cuma demi ke luar negeri? Sebenarnya, banyak maanfaat yang nanti kamu dapat tanpa disadari loh. Pertama, skill penguasaan bahasa asing kalian bakal makin terasah. Dan tambahan pengetahuan tentang dunia. Membuktikan sendiri kalau negara lain seperti di Amerika itu nggak se-rasis yang kalian bayangin. Buktinya aku yang berhijab bisa diterima dilingkungan mereka dengan baik".

Foto: dok. pribadi

 

 -Apakah ada program lanjutan setelah ikut pertukaran pelajar ini?

"Ada dong. Namanya YES Fresh Alumni Project “Indonesia Melangkah Bersama YES”. Di program ini, para alumnus bakal melakukan program yang berkaitan dengan pendidikan, budaya dan lingkungan di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan per masing-masing chapter di bulan November saat International Education Week. Tentunya saat progam pertukaran pelajar selesai. Di Sumatera Barat, kami melaksanakan program "Sumatera Barat Membaca bersama YES". Dimana kami menyumbangkan sekitar 2000 buku kepada anak-anak di Padang yang membutuhkan. Juga untuk meningkatkan minat baca anak-anak di Sumatera Barat".

Selesai program student exchange, Syarah dan teman dari daerah lain di Indonesia mengikuti program lanjutan untuk anak negeri. Foto: dok. pribadi

 

-Gimana sih tahapan seleksi program student exchange AFS/YES?

"Sebelumnya kalian bakal melewati beberapa tahap seleksi sejak bulan Maret tahun keberangkatan. Seleksi pertama dimulai dengan tes pengetahuan umum, Bahasa Inggris, dan Essay Bahasa Indonesia. well, menurutku tes ini gampang-gampang susah deh. Lalu lanjut seleksi kedua yang lumayan bikin nervous. Yaitu wawancara dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Berlanjut ke seleksi tahap tiga, yakni dinamika kelompok. Dimana para peserta dari masing-masing chapter akan dibagi menjadi kelompok kecil lalu mempresentasikan sebuah tema permasalahan yang sudah ditentukan. Next, akan ada seleksi berkas AFS yang cukup banyak dan dalam format bahasa Inggris. Terakhir, ada seleksi tahap nasional di Jakarta dan pertemuan dengan peserta dari semua daerah. Oh iya, rangkaian penyeleksian ini punya jarak satu bulan, ya. Kamu bisa cek info, persyaratan dan tanggal pelaksanaan program ini di http://www.afsindonesia.org/en/home. Walau program ini diikuti ratusan hingga ribuan saingan, kalian harus tetap pede. Selamat berjuang!"

Semangat Syarah untuk mendapatkan kesempatan belajar ke AS hingga menunda sekolahnya selama setahun. Foto: dok. pribadi

 

Share
Create Your Own Article!