Pasoa dan Sang Pemberani jadi film animasi pertama buatan siswa SMK Indonesia. Credit: Youtube

Zetizen.com – Ada yang menarik dari gelaran acara Popular Culture Convention Asia atau Popcon Asia 2016. Dari ratusan booth yang ada di acara yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, tim Zetizen menemukan booth dari kalangan pelajar. Yep, ini adalah booth siswa SMK Raden Umar Said (RUS) asal Kudus, Jawa Tengah. Mereka membuat proyek film animasi 3D berjudul “Pasoa dan Sang Pemberani”. Wih!

Film “Pasoa dan Sang Pemberani” tercipta berkat karya 16 siswa dari jurusan Animasi, Desain Komunikasi Visual, serta Rekayasa Perangkat Lunak SMK RUS Kudus. Walau ketiga jurusan ini baru dibuka pada tahun ajaran 2015/2016 lalu, tapi kualitas mereka nggak diragukan lagi. “Kayak aku, siswa jurusan Animasi yang tugasnya mengurus penggerakan gambar, produksi, lighting, dan bentuk animasi lainnya,” ujar Miqdad Niazi, siswa SMK RUS Kudus.

 

 

Suasana booth SMK Rus Kudus di Popcon Asia 2016 di JCC Senayan, Jakarta. Foto: Ahmad for Zetizen

 

Ke 16 murid ini jelas nggak sendiri, mereka di dibantu oleh 4 orang guru profesional dalam dunia animasi. “Bisa dibilang, ini adalah film animasi 3D perdana yang dibuat oleh siswa SMK di Indonesia. Dan proses penggarapan proyek ini kita memulainya dari nol,” jelas Agam Amintaha, guru SMK RUS kepada Zetizen.

Selain itu, untuk menambah ilmu yang diberikan kepada para siswa, SMK RUS kembali akan mendatangkan guru berpengalaman untuk membantu menyelesaikan proyek ini. Yaitu guru dari Lassale College Singapore dan satu guru lainnya dari Inggris.

 

 

Film ini mulai digarap pada oktober 2015 lalu. Hingga kini, proses pengerjaannya mencapai 60%. Rencananya, launching film akan digelar pada pertengahan 16 November 2016. “Kita akan melakukan launching di salah satu bioskop di Jakarta. Nanti durasi film berkisar 30 menit,” kata Agam. Soal kemungkinan bakal tayang di TV swasta atau nggak, Agam mengaku harus melihat dari animo masyarakat terlebih dulu.

“Pasoa dan Sang Pemberani” bercerita tentang kearifan lokal yang ada di tengah-tengah masyarakat. Seperti Si Kancil dan cerita populer masyarakat lainnya. Tujuannya, agar cerita kearifan lokal akan semakin dikenal masyarakat Indonesia hingga dunia. Selain itu, film ini sendiri mengandung moral tentang alam. “Pasoa dan Sang Pemberani mengandung moral akan keseimbangan alam. Kita melihat dari banyaknya manusia yang lupa ketika mengeksploitasi alam, justru lupa dengan keseimbangan itu sendiri,” tegas Agam.

Hmm.. nggak sabar ya menunggu film animasi karya anak bangsa. Apalagi, penyanyi Isyana Sarasvati juga ikut mengisi soundtrack film ini loh, guys. Can't wait! (fer/ver)

Share
Create Your Own Article!