Sleep apnea dapat menyebabkan kematian. Credit: curing-snoring

 

Zetizen.com - Masih ingat sama berita kepergian almarhum Mike Mohede pada Juli lalu? Secara mengejutkan, Mike meninggal saat tidur siang. Diduga, Mike meninggal karena sleep apnea. Kasus kematian akibat sleep apnea juga dialami putra Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Saat itu, putranya meninggal ketika tidur akibat gagal jantung karena sleep apnea.  Lalu, sebenarnya apa sih sleep apnea itu?

Well, sesuai namanya, sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan saluran pernapasan selama tidur. Gangguan ini disebabkan dinding saluran pernapasan, termasuk langit-langit mulut dan tenggorokan yang menyempit. Sirkulasi oksigen dalam darah pun terganggu. Hal ini menyebabkan otak dan jantung menerima sedikit jumlah oksigen. Saat terlelap itulah umumnya penderita akan berhenti bernapas selama 10-20 detik.  

Dalam beberapa kasus, sleep apnea terjadi karena beberapa hal. Seperti kelebihan berat badan, meminum obat-obatan tertentu atau alkohol sebelum tidur, atau tidur dalam posisi telentang. Jika dibiarkan, sangat mungkin nyawa penderita nggak terselamatkan.

Tapi, sleep apnea nggak selalu berujung kematian. Penderita yang bangun keesokan harinya bakal merasa lelah walau telah tidur cukup lama. Saat beraktivitas pun, penderita cenderung sulit berkonsentrasi dan mudah tertidur tanpa disengaja. Sebab selama tidur, penderita beberapa kali terbangun karena sulit bernapas, bahkan mendengkur dengan keras. 

 

Sleep apnea terjadi karena saluran pernapasan yang menyempit. Credit: northdallasnoring

 

Umumnya, penderita belum sadar bahwa dirinya mengidap sleep apnea. Jumlah penderita sleep apnea pun cukup banyak namun sering dianggap remeh masyarakat.

Sleep apnea jelas dapat disembuhkan. Salah satunya dengan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), yakni alat untuk mencegah tertutupnya tenggorokan. Untuk sleep apnea yang parah, operasi medis harus dilakukan untuk menanganinya.

Ciri-ciri sleep apnea juga perlu kamu perhatikan. Misalnya, sering merasa capek berlebih, tidur dengan dengkuran yang kencang, terbangun dari tidur dengan napas terengah-engah, dan sakit kepala saat bangun tidur.

Untuk mencegahnya, kamu harus mengetahui kebiasaan tidurmu. Minta bantuan keluarga atau teman untuk merekam suaramu selama tidur. Apakah mendengkur? Atau nggak? Terlebih jika napasmu terengah-engah, segera konsultasikan ke dokter. Selain itu, tidur dengan posisi menyamping cocok untuk mencegah sleep apnea. Jangan lupa untuk menjaga berat badan ideal, hindari obat penenang, dan jauhi rokok,  ya! (uofmhealth/msh/ver)

Share
Create Your Own Article!