Patricia Gunawan punya kiat khusus dalam membuat portofolio. Credit: Patricia Gunawan

 

Zetizen.com - Selain harus selalu menjaga bentuk tubuh dan attitude, seorang model juga wajib punya siasat agar bisa menarik agensi untuk menggunakan jasanya. Salah satu triknya dengan membuat portofolio serta CV semenarik mungkin. Well, seberapa penting sih peran sebuah portofolio diri bagi seorang model? Dan apa saja yang harus dicantumkan? Yuk, simak penjelasan dari Patricia Gunawan, Runner Up Asia’s Next Top Model Cycle 4. (dhs/ver)

 

Pengalaman photoshoot harus kamu sertakan dalam portofolio. Credit: blogspot

 

Galeri Foto

Karena menekuni profesi model, foto jadi poin utama yang harus ada dalam portofolio dan CV yang dibuat. “Biasanya aku cantumkan foto dari segala ukuran. Mulai dari yang close up, separuh badan, sampai full body. Foto-foto selama aku pernah mengikuti photoshoot juga pasti aku cantumin. Agar agensi yang aku tuju tahu bagaimana potensiku ketika pose atau jalan di runway,” ujar Patricia.

 

Credit: jessicaraeanderso

 

Career Experience

Bagian terpenting kedua yang wajib ada dalam portofolio atau CV seorang model adalah pengalaman-pengalaman selama berkarir. Mulai dari ikut kompetisi model, hingga info berbagai photoshoot dan fashion show yang pernah diikuti. Poin ini sangat penting. Apalagi, kalau portofolio dan CV akan diajukan pada sebuah brand yang mengajak kerjasama. “Ini bakal jadi pertimbangan sebuah brand atau agensi mengajak kalian kerjasama. Karena melihat seberapa tinggi jam terbang kalian di dunia modeling,” tambah cewek yang juga berprofesi sebagai presenter tersebut.

 

Data pribadi dan detil bentuk serta ukuran tubuh wajib ada dalam CV. Credit: Patricia Gunawan

 

It’s All About You! 

Data seperti tinggi badan, lingkar pinggang, lingkar lengan, dan ukuran tubuhnya menjadi hal penting yang harus kamu sertakan. Poin ini amat penting terutama saat akan bergabung pada suatu event fashion show. Dimana harus menggunakan koleksi dari designer yang memiliki standar ukuran. “Nggak semua model yang punya badan kurus dan tinggi punya ukuran tubuh yang sama. Jadi kita harus tetap mencantumkan ukuran tubuh pada CV atau portofolio diri. Apalagi buat model yang masih terbilang baru, hal itu sangat penting!” ucapnya.

 

Pengalaman Casting dan Networking

Ikut casting ternyata punya manfaat double loh. Selain menambah list pengalaman dalam CV kamu, casting juga jadi momen seorang model mengasah skill. “Selain menyiapkan portofolio serta CV yang super lengkap, harus dibekali juga dengan pengalaman casting. Secara nggak langsung, casting melatih kita ketika lagi kosong job pemotretan atau fashion show,” jelas Patricia. Dia juga menambahkan, dengan mengikuti casting, seorang model bisa memperluas networking agar lebih dikenal banyak orang. So, apa kamu juga tertarik buat menjadi seorang model?

Share
Create Your Own Article!