Topeng Badut (Foto: howstuffworks)

 

Zetizen.com – Fenomena clown attact di Amerika ini cukup aneh dan menyeramkan. Banyak masyarakat yang melihat sosok badut mengintai mereka diam-diam. Bahkan, saat ini, terror badut juga terjadi di Inggris dan Australia. Apakah ini benar-benar teror yang mengancam nyawa atau cuma prank sebuah kelompok menjelang Halloween?

 

Berawal di Carolina Selatan, Amerika Serikat

Pada akhir Agustus 2016, kepolisian setempat menerima banyak laporan tentang badut. Menurut masyarakat, mereka melihat beberapa badut mencoba membawa anak-anak ke dalam hutan. Nggak lama, laporan serupa datang dari Alabama sampai Wisconsin. Tapi, ternyata banyak yang terbukti hoax alias bohongan.

 

Badut di Mercer, Pennsylvania (Foto: YouTube)

 

Tapi, Tingkah Para Badut Semakin Aneh

Bukannya berhenti, laporan tentang teror badut semakin menjadi. Ada seorang ibu dan anaknya dikuntit malam-malam. Ada anak sekolah yang dibuntuti pada siang bolong. Meski belum ada korban, para orang tua dan guru takut keselamatan anak-anak mereka terancam. Oleh karena itu, ratusan mahasiswa Universitas Pennsylvania sampai mengadakan mass clown hunt dan melarang siapapun memakai kostum badut.

Badut di Wisconsin saat tengah malam (Foto: Facebook)

 

Semua Ini Gara-Gara Stephen King, Si Raja Horor

Dulu, badut itu dikenal lucu. Rambutnya warna-warni, badannya empuk, dan mulutnya selalu tersenyum. Tapi, sejak King mengenalkan badut versinya lewat buku It yang juga diadaptasi ke film, orang-orang mulai percaya kalau badut bisa menyeramkan.

 

‘‘Badut itu bukan sosok yang nyata. Kita tidak tahu apa di balik makeup-nya. It could be anyone or anything. Sebenarnya, badut memang sangat menyeramkan.’’

Scott Bonn, Kriminolog dan Dosen Psikologi Universitas Drew, New Jersey

 

Belum Mengancam Nyawa, Tapi Tetap Harus Waspada

Banyak ahli menganggap ini cuma prank menjelang Halloween. Buktinya, nggak ada satu badut pun yang membahayakan keselamatan meski mereka terlihat membawa senjata tajam. ‘‘It’s an adrenaline rush. It’s a party. Cuma main-main,’’ kata Bonn. Tapi, kalau kepolisian nggak bertindak, bisa jadi ada pihak nggak bertanggung jawab yang memanfaatkan ini buat melakukan kejahatan. Hmmm… Semoga nggak sampai Indonesia ya #prayforindonesia

Penampakan badut di Yuma, Arizona (Foto: YouTube)

 

Eits, Jangan Tuduh Badut Sembarangan Ya!

Yap, fenomena ini berdampak buruk banget buat mereka yang memang bekerja sebagai badut. Misalnya, Jordan Jones yang sudah 10 tahun menjadi Snuggles the Clown di sebuah rumah hantu. Dia takut saat dia berpakaian badut, ada orang-orang yang salah mengira dan mengancam keselamatannya.

 

‘‘Sepertinya saat ini orang-orang berburu badut karena dianggap keren. Tapi, aku takut seseorang might take a swing. Mereka lupa kalau ada manusia di balik topeng badut.’’ – Jordan Jones, 22 tahun

 

Well, kemungkinan buat demam teror badut ini merajalela di Indonesia emang kecil. Soalnya, perayaan Halloween di sini nggak sebesar di luar negeri. Hopefully there won’t be any such prank. Tapi, nggak ada salahnya buat terus waspada ya sama orang asing, apapun penampilannya he he.

 

Penulis: Ratri Anugrah

Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!