Suasana road show di SMAN 3 Surabaya, seru! (Foto: Zetizen Team)

Zetizen.com - It’s getting closer, guys! Atmosfer keceriaan menyambut konvensi terbesar anak-anak muda di Indonesia itu sangat terasa saat road show Senin lalu (31/10). Sebagai tuan rumah, Telu Mania, julukan suporter SMAN 3 Surabaya, antusias menyambut road show tersebut.

Road show dibuka dengan sambutan Toha Machsun SPd MPsi selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Melihat antusiasme besar siswa-siswinya, Toha memberikan dukungan yang besar bagi mereka. ’’Saya dan pihak sekolah sangat mendukung mereka dengan cara mengarahkan dan membimbing peserta yang akan membawa nama sekolah di ajang ini,’’ tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan 14 supporting event pada UBS Zetizen-Con 2k16. Tentu supporting event itu makin membuat siswa-siswi Smaga ingin segera merasakan euforianya. ’’Aku udah nggak sabar sama serunya acara-acara di venue nanti,’’ ucap Hafshah Savitri, salah seorang siswi Smaga yang pernah menjadi peserta tahun lalu.

Semangat berkompetisi juga ditunjukkan peserta UBS Zetizen Mading 3D 2k16 dari Smaga, tim mading SMAN 3 Surabaya. Azizah Ayu Prameswari, sang ketua, mulai giat menyemangati para anggotanya untuk segera merampungkan mading. Kegagalan tahun lalu, rupanya, memberikan pelajaran kepada Azizah dan tim untuk mengonsep karyanya lebih matang tahun ini. Yap, Azizah dan timnya udah menyiapkan mading dengan konsep bioskop untuk menginterpetasikan tema Move On tahun ini. Menurut dia, bioskop identik dengan tempat kencan, termasuk bareng mantan. ’’Kami pengin bikin pengunjung nggak baper soal mantan lagi saat pergi ke bioskop,’’ kata Azizah. Mereka lantas membuat desain mading yang mirip arsitektur gedung bioskop berwarna hitam.

 

 

Persiapan mading anti baper dari Tim Mading SMAN 3 Surabaya Untuk Zetizen Convention 2k16

 

Suka duka tentu mereka rasakan saat mematangkan karya sebelum show off nanti. ’’Pernah suatu hari bikin kerangka. Udah keluar dana yang cukup banyak, ternyata kerangkanya salah dan kurang panjang. Akhirnya, rugi banyak deh,’’ jelas Azizah. Bukan cuma itu, proses mencari ide konsep juga memerlukan waktu yang cukup panjang. Bahkan, nggak jarang terjadi perselisihan karena beda pendapat antaranggota tim. ’’Pernah sampai bertengkar dan nangis-nangis. Hahaha,’’ ungkap Azizah.

Tapi, Azizah dan timnya kembali bangkit ketika melihat dukungan dari sekolah dan para Telu Mania. Azizah bahkan dibuat terharu saat para Telu Mania melakukan patungan untuk membantu mendanai pembuatan mading. ’’Saat itu kami lagi nggak mampu beli cat. Ternyata Telu Mania inisiatif buat bantu kami. Kami jadi terharu dan semangat buat membanggakan sekolah,’’ ujar Azizah. (als/c14/adn)

Share
Create Your Own Article!