Credit: Make Me Feed

 

Zetizen.com - Dunia olahraga khususnya sepak bola, sedang dirundung duka mendalam. Salah satu klub asal liga utama Brazil, Chapecoense, baru saja kehilangan nyaris seluruh skuadnya karena kecelakaan pesawat dalam perjalanan menuju pertandingan. Belasungkawa dari seluruh dunia pun bermunculan. Lalu, bagimana kelanjutan kiprah dari Chapecoense yang kehilangan pemain dan pelatihnya?

 

Menjalani Musim yang Hebat

Setiap kecelakaan yang memakan korban jiwa tentu meninggalkan luka dalam. Tapi lebih ironi lagi, apabila yang mengalaminya adalah suatu tim sepak bola yang sedang menjalani musim luar biasa seperti Chapecoense. Padahal, tim besutan Caio Junior itu sudah jauh-jauh melenggang ke final Copa Sudamericana (liga besar Amerika Selatan, red). Jelas, itu sudah prestasi yang luar biasa, terutama karena Chapecoense sendiri bukan lah tim unggulan di Amerika Selatan.

Namun takdir berkata lain. Babak final yang sudah mereka raih susah payah itu justru mengantarkan duka. Pesawat yang ditumpangi menuju Kolombia sebagai lokasi laga final Copa Sudamericana mengalami kecelakaan.

“Mimpi itu sudah berakhir. Padahal kemarin pagi (28/11), aku mengucapkan selamat tinggal buat mereka. Mereka bilang akan mewujudkan mimpi ini menjadi kenyataan,” ungkap Plinio David de Nes Filho, Chairman Chapecoense kepada TV Globo.

 

Credit: Ibtimes

 

Bebas Cari Pemain Pinjaman

Normalnya, transfer dan peminjaman pemain hanya berlangsung saat jeda transfer dan tidak berlaku di tengah musim berlangsung. Tapi buat kasus yang satu ini, federasi sepak bola Brazil, CBF pun mengizinkan Chapecoense untuk mencari pemain pinjaman dari mana pun sesegera mungkin, sekaligus buat melanjutkan kiprahnya di musim depan.

“Kami akan bicara dengan klub-klub lain tentang proyek peminjaman pemain kepada Chapecoense agar mereka bisa kembali bersaing pada kompetisi 2017," sebut salah satu direktur CBF sebagimana dilansir TV Globo.

Sebelum kecelakaan naas ini terjadi, skuad Chapecoense sendiri telah dihuni oleh nama-nama berbakat kayak penyerang Bruno Rangel, gelandang Hyoran Damoro, hingga Cleber Santana yang pernah bermain untuk Atletico Madrid.

Mengenai babak final Copa Sudamericana antara Chapecoense melawan Atletico Nacional, masih belum dipastikan keberlangsungan pertandingan. Atletico Nacional selaku lawan sendiri bahkan sudah mengajukan permohonan untuk menyerahkan piala Copa Sudamericana kepada Chapecoense.

 

Ucapan Belasungkawa dari Seluruh Dunia

Karena ini adalah kecelakaan besar yang menewaskan 76 orang dari satu tim sepak bola, ucapan belasungkawa pun ditunjukkan banyak pihak. Tim sepak bola serta fans dari seluruh dunia pun mengekspresikan dukungannya lewat banner yang mereka bentangkan, lagu-lagu yang mereka nyanyikan, hingga malam candle light.

 

Fans Chapecoense mengheningkan cipta lewat candle light dinner. Credit: USA Today
Bendera setengah tiang dinaikkan di Brazil. Credit: USA Today
Fans Liverpool (Inggris) membentangkan bendera Brazil sebagai penghormatan atas Chapecoense. Credit: The National

 

Well, semoga penyebab kecelakaan bisa segera diusut tuntas dan jadi koreksi untuk dunia penerbangan. Dan semoga tim Chapecoense bisa segera kembali ke lapangan lagi!

 

Source: The Sun, BBC, Sky Sport

 Edited by Vera Khairifah 

Share
Create Your Own Article!