Khadijah Azzahra (Foto: Zahra for Zetizen)

Zetizen.com – Saat ini semakin banyak anak muda menggeluti profesi makeup artist (MUA). Salah satunya adalah Khadijah Azzahra asal Malang, Jawa Timur. Bahkan, omset cewek berusia 20 tahun ini sudah mencapai ratusan juta rupiah dalam satu bulan! Berasal dari keluarga menengah kebawah, Azzahra menjadi bukti bahwa ketekunan bisa mematahkan ketidakmungkinan. 

Mengolah hobi adalah trik yang dilakukan Zahra, panggilan akrabnya. Sejak umur belasan tahun, Zahra sudah aktif di dunia fashion muslim dengan mengikuti berbagai ajang modeling. Nah, dari situlah dia mengenal fashion, desain, dan makeup. Untuk menghemat budget makeup, Zahra belajar makeup sendiri. Perlahan, dia juga membangun butik bernama Kokha (Koleksi Khadijah) pada 2012. Ibunyalah yang paling berperan penting dalam perjalanan Zahra menuju kesuksesan.

‘‘Atas usulan Umik, tabunganku diputar jadi usaha. Karier MUA aku mulai dengan alat seadanya. Perlahan, aku mulai mendapat orderan merias wisuda dan pengantin. Alhamdulillah customer puas. Sejak itu aku semakin yakin dengan langkahku,’’ kata Zahra kepada Tim Zetizen

Tabungannya bertambah. Zahra meng-upgrade perlengkapan makeup-nya dan belajar dari MUA profesional. Salah satunya adalah MUA Kadis Wibowo asal Surabaya. Zahra dan sang ibu rela menempuh perjalanan Malang-Surabaya dengan bus untuk kursus. Zahra juga sempat belajar tata rias dari Bennusorumba di Jakarta. Dari dua orang itu Zahra jadi menguasai teknik makeup dan berhasil mengembangkan ciri khasnya.

‘‘Aku berusaha agar riasanku punya ciri khas yang dikenal sebagai riasan Khadijah Azzahra. Pengantin riasanku harus jadi istimewa, harus jadi cantik karena pernikahan cuma seumur hidup sekali,’’ tambahnya.

Hasil Makeup Zahra (Foto: Instagram)

Perjuangan Zahra membuahkan hasil. Kepuasan pelanggan membuat reputasinya cepat meningkat. Zahra pun menjadi salah seorang MUA sukses dengan usia yang masih 20 tahun. Bahkan, sekarang dia bisa mengumpulkan omzet hingga Rp 200 juta per bulan!

‘‘Waktu musim orang menikah, orderan rias bisa sampai empat kali sehari. Itu pun ada riasan yang pengerjaannya pukul 1 malam. Untung hasilnya tetap bagus dan customer puas meski kami kelelahan,’’ cerita Zahra. Yap, lokasi customer yang mengharuskan dia bepergian ke luar kota pun turut menyita tenaga.

Jadwalnya yang padat sebagai MUA itu ternyata berimbas pada waktu luangnya untuk bersosialisasi dengan teman sebaya. Zahra mengakui kalau dia kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang seperti teman-teman seusianya. Tapi, resiko itu dia terima dengan ikhlas demi membahagian kedua orang tuanya.

‘‘Lebih baik sukses sekarang daripada nanti. Usia nggak ada yang tahu. Keinginan buat membahagiakan Umik memicu semangatku. Sekarang, aku udah bisa mengajaknya keliling Eropa, umroh, dan membeli tanah. Insya Allah kedepannnya bisa beli rumah,’’ kata Zahra.

Meski begitu, Zahra nggak lupa dengan pendidikan. Saat ini, dia menjalani bangku kuliah semester 5 Ilmu Pemerintahan di Universitas Brawijaya Malang. Nggak tanggung-tanggung, dia masih bisa meraih IP 3,5! Wah, Zahra pintar mengatur waktu ya.

Ingat: When there's a will, there's a way

Zahra bisa mengajak ibunya umrah (Foto: Instagram)

Editor: Ratri Anugrah

Share
Create Your Own Article!