Are You a Zetizen?
Show Menu

Katanya, Manusia Cuma Memanfaatkan 10% Kemampuan Otak, Benar Nggak Sih?

Nourma Vidya Nourma Vidya 14 May 2017
Katanya, Manusia Cuma Memanfaatkan 10% Kemampuan Otak, Benar Nggak Sih?

Zetizen.com – Pernah nonton film Lucy? Film yang dibintangi Scarlett Johansson itu menceritakan tokoh Lucy yang punya kemampuan otak luar biasa. Dia bisa memaksimalkan kemampuan otaknya hingga 100% berkat sebuah obat.

Nah, film Lucy ini ternyata diangkat dari mitos yang mengatakan kalau manusia paling pintar di Dunia kayak Einstein sekalipun, hanya bisa memanfaatkan 10% dari kemampuan otak sebenarnya. Tapi, apa benar begitu? Apa emang kita nggak akan pernah bisa memanfaatkan kemampuan otak 100%? Darimana sih mitos ini berasal?

 

Source : Wired, Scientificamerican

Darimana Sih Mitos Ini Bisa Muncul?

Darimana Sih Mitos Ini Bisa Muncul?

Banyak hal yang dianggap menyebabkan mitos ini muncul (Effectdigital)

Sama seperti banyak mitos lain, asal usul pemahaman kalau manusia cuma menggunakan 10% kemampuan otak juga sebenarnya nggak diketahui secara pasti. Tapi, ada beberapa hal yang rasanya membantu penyebaran mitos ini. Salah satunya adalah komentar jurnalis asal Amerika, Lowell Thomas, pada preface buku karya Dale Carnegie. Ia menyebut kalau manusia hanya memanfaatkan 10% kemampuan otak sepanjang hidupnya.

Ada lagi yang menganggap mitos ini nggak lepas dari pengaruh neurosurgeon Wilder Penfield. Di tahun 1930, Penfield menemukan sebuah area di otak yang dianggap nggak memiliki fungsi. Area ini dikenal dengan nama silent cortex. Meski dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan diketahui kalau ternyata silent cortex juga memiliki fungsi, tapi teori Penfield yang udah pernah menyebar ini ikut menguatkan pemahaman masyarakat kalau otak manusia emang hanya berfungsi sebesar 10% aja.

Kenapa Mitos Ini Bisa Berkembang?

Kenapa Mitos Ini Bisa Berkembang?

Manusia senang dengan potensi diri! (Psychologium)

Meski asal-usulnya samasekali nggak jelas, sebuah survey yang digelar di Inggris tahun 2012 lalu menemukan kalau 48% orang ternyata percaya pada anggapan ini. Begitupun survei yang digelar di Amerika oleh Michael J Fox Foundation. Disana, malah hampir 65% orang yang percaya kalau manusia cuma memanfaatkan 10% kemampuan otak sepanjang hidupnya.

Ditinjau dari segi sains, rupanya kepercayaan orang-orang ini bukan tanpa alasan loh. Udah jadi sifat alamiah manusia untuk merasa senang jika dipercaya dan ‘dipuji’. Hal ini jugalah yang bikin banyak orang jadi percaya tentang mitos 10% kemampuan otak. Karena dengan percaya pada teori ini, secara nggak langsung mereka juga jadi teryakinkan kalau manusia sebenarnya punya banyak potensi terpendam. Yaa ala-ala superhero gitu deh.

Lalu, Benar Nggak Sih Mitos Ini?

Lalu, Benar Nggak Sih Mitos Ini?

Kamu masuk yang percaya atau enggak nih? (Youtube)

Well, sampai sekarang, kebenaran kalau manusia cuma memanfaatkan 10% kemampuan otak ini masih menimbulkan pro dan kontra. Ada ahli yang percaya anggapan ini benar, tapi ada juga yang menyanggahnya. Dan kebanyakan ahli dan ilmuwan di era modern sih, lebih percaya pada anggapan yang kedua.

Misalnya seperti yang diungkapkan oleh Barry Gordons, neurologist dari John Hopkins School of Medicine. Menurutnya, anggapan kalau manusia nggak memaksimalkan kemampuan otak itu emang cuma mitos nggak ilmiah. "Sebenarnya manusia bisa dikatakan menggunakan hampir semua bagian dalam otak. Sebagian besar otak juga selalu aktif sepanjang waktu, bahkan ketika kita tidur. Hal ini membuktikan kalau manusia jelas memmanfaatkan lebih dari 10% kemampuan otak,” ujar Gordon seperti dilansir dari Scientificamerican. 

Apa Yang Terjadi Kalau Manusia Memaksimalkan 100% Kemampuan Otak?

Apa Yang Terjadi Kalau Manusia Memaksimalkan 100% Kemampuan Otak?

Manusia bakal punya kemampuan 'super'! (Secretentourage)

Nah, terlepas dari adanya pro dan kontra tentang kebenaran mitos 10% kemampuan otak manusia, lagi-lagi semuanya kembali ke kita nih, Guys. Kamu termasuk yang percaya pada mitos ini, atau malah masih ragu-ragu sama kebenarannya?

Yang pasti, kalau kita meninjau dari sudut pandang orang-orang yang percaya, maka kita jadi beranggapan kalau otak kita emang belum termanfaatkan secara maksimal. Lantas, apa yang mungkin terjadi ya kalau otak kita berfungsi secara 100% berdasarkan anggapan ini?

  • Kamu nggak bakal merasakan kesulitan apapun. Saat otak kita termaksimalkan, maka kita akan bisa dengan mudah menciptakan solusi. Nggak bakal lagi deh kita merasa kesulitan dalam hal apapun. 
  • Kemampuan kita buat merasakan emosi berkurang. Salah satu penyebab emosi, adalah saat kita merasakan ups and downs dalam hidup. Kita merasa takut karena nggak bisa mengerjakan PR, kita merasa sedih karena nggak bisa menolong orang, dsb. Nah, kalau semuanya udah bisa kita lakukan, maka kita nggak bakal lagi dong merasakan emosi-emosi ini?
  • Mengingat bakal jadi hal yang super gampang. Kamu bahkan bisa bisa loh menghafal angka ratusan desimal dalam sekali waktu. Nggak ada lagi yang namanya kesulitan dalam menghafal
  • Kamu akan kehilangan motivasi. Dengan kemampuan otak kita yang terbatas, kita jadi selalu punya motivasi buat mencapai dan menaklukkan hal-hal yang kita anggap sulit. Kalau otak kita termaksimalkan, maka semua hal jadi mudah buat kita. Alhasil, kita pun akan kehilangan motivasi dan semangat dalam menjalankan hari-hari kita.

Editor: Bogiva

RELATED ARTICLES

Please read the following article