Zetizen.com – Apa persamaan sepak bola sama PDKT? Iya, kalau mau sukses, dua-duanya perlu strategi yang efektif. Tapi, apa jadinya ya kalau strategi sepak bola, benar-benar diterapkan langsung buat mendekati dan memenangkan hati si-Doi?

 

 

 

Tiki-Taka ala Barcelona

delay waktu emang diperlukan, tapi kalau terlalu lama bisa jadi dia bakal bosen loh (foto:Barcelona)

Raksasa Catalan ini terkenal dengan permainan Ball Possesion-nya yang menggunakan strategi Tiki-Taka. Jadi, mereka akan mendelay waktu serang dengan bermain umpan pendek yang bertujuan untuk mengontrol pertandingan. Ketika saatnya sudah tepat, maka peluang akan tercipta dan berbuah Goal. Hal ini sama banget dengan kamu yang suka ber-PDKT dengan waktu yang lama nih. biasanya, anak yang seperti ini akan melakukan pendekatan yang mendalam sehingga mengetahui apa yang ia suka dan yang ia tidak suka. Alhasil, ketika teradapat peluang besar, maka kamu akan berani menembak atau bahkan memberi kode keras ke gebetan kamu. Tapi sayang nih, kalau kelamaan possesion game bisa memakan waktu yang lama. Alhasil gebetan juga bisa bosen nih nunggu kepastian.


False 9 ala Spanyol

menggunakan Mak Comblang sih wajar, tapi jangan sampe kamu laha gercep sama Mak Comblang ya (foto:footyheadlines)

Teknik False 9 digunakan dengan formasi yang tidak menggunakan striker murni. Alhasil, tim tersebut memerlukan gelandang serang ataupun Second striker yang tajam dan pintar mencari posisi.

Teknik ini sangat sering digunakan oleh Vincente Del Bosque dikarenakan tim Spanyol sering krisis striker Murni. Alhasil, untuk bisa mendapatkan perhatian, dia menggunakan umpan dengan winger yang aktif menyerang. Dan ketika lengah, maka si gelandang serang atau second striker ini lah yang akan ikut menyerang dan mencetak angka.

Dalam mendekati si doi, strategi kayak gini mirip dengan kamu yang mendekati doi lewat jasa Mak Comblang. Untuk mendapatkan info yang pas tanpa perlu mendalami, Mak Comblang lah yang bakal bergerak mencari informasi. Tapui bahayanya, winger yang aktif berartu juga bisa ikut mencetak angka. Yaa, salah-salah, justru si mak comblang lah yang akhirnya berhasil mendapatkan hati si-Doi dan bukan kamu. 


Quick Counter ala Juventus

Quick Counter juga butuh momen yang pas biar nggak meleset. jadi jangan gegabah ya saat melakukan teknik ini (foto:Vox)

Dengan kehadiran Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain, Juventus memiliki skema serangan balik cepat yang sangat mematikan. Biasanya mereka membutuhkan momen yang pas untuk melakukan passing kedepan dan mencetak angka. 

Nah, kalau kamu berusaha mendapatkan hati si-doi lewat strategi quick counter ini, momen yang paling pas ya nggak lama setelah dia putus dan sedang galau-galaunya. 

Saat dia butuh tempat bersandar, itulah momen yang pas buat kamu menyerang dan menyingkirkan sisa-sisa kenangan mantan nya biar bias move-on ke kamu. Eh, tapi jangan lupa, counter attack emang butuh serangan cepat tapi nggak bisa tergesa-gesa ya. Soalnya kalau kamu tergesa-gesa yang ada dia malah cuman bersandar dan lalu pergi, bukan bersandar untuk berlabuh.

Editor: Bogiva


Share
Create Your Own Article!