Karmela Christy Marketing & Strategic Relations Manager Indonesia Education New Zealand memberi pengarahan kepada anggota Green Generation di SMPN 3 Balikpapan pada 22 Juli 2017.

 

Zetizen.com, Balikpapan - Dalam rangka Roadshow Zetizen National Challenge Go To New Zealand 2017, tim Zetizen Kaltim Post menyempatkan berkunjung ke SMPN 3 Balikpapan (Sega) pada 22 Juli 2017. Sekolah yang mengantongi segudang prestasi terutama di bidang lingkungan ini, langsung memberikan Karmela Christy Marketing & Strategic Relations Manager Indonesia Education New Zealand dan Indrianingtyas Supervisor Zetizen Indonesia sambutan meriah dengan beberapa mars sekolah yang dinyanyikan oleh lima puluh siswa. Mereka adalah anggota Green Generation (GG), komunitas lingkungan hidup yang dibentuk oleh AZOTY 2016 Pandu Dharma Wicaksono.

Di depan aula, para siswa dari ekskul Pramuka sudah menunggu untuk menyanyikan yel-yel mereka dengan bersemangat. "Senang sekali bisa disambut dengan meriah, saya kagum deh," ujar Karmela. Eits, sambutan ternyata masih dilanjutkan dengan penampilan sepuluh anggota GG dalam memamerkan koleksi gaun recycle yang menjadi unggulan sekolah ini.

Eny Wahyuni Kepala SMP 3 Balikpapan dan Nining Pembina GG Balikpapan mengungkapkan kebanggaannya terhadap Pandu Dharma Wicaksono alumnus Sega yang terpilih menjadi Alpha Zetizen of the Year (AZOTY) 2016 dan mendapatkan Fun Trip Adventure Go To New Zealand tahun lalu.

"Pembentukan GG oleh Pandu enggak dilalui dengan mudah, terkadang air mata Pandu harus meluap karena dianggap sebagai duta sampah," lanjut Nining.

SEKOLAH PIONEER: (Dari kanan) Saeful Bahri Kepala Bidang Pendidikan Disdik Balikpapan, Karmela Christy, Eny Wahyuni Kepala SMP 3 Balikpapan, Nining Pembina Green Generation Balikpapan, Yudith Herwati Pembina Green Generation Indonesia, dan Indrianingtyas Supervisor Zetizen Indonesia berfoto di depan tugu adiwiyata seusai kunjungan. Foto: Thesda/KP

Namun seluruh perjuangan itu terbayarkan dengan dampak yang dihasilkan oleh GG seluruh Indonesia, tak hanya mendorong generasi muda untuk beraksi nyata terhadap lingkungan. GG juga menjadi salah satu pioneer sekolah berwawasan lingkungan dan dinilai berhasil menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan yang mulai berkurang.

"Kami berusaha mengubah perilaku generasi muda terutama pelajar, dari buang sampah sembarangan sekarang sudah enggak lagi," tutur Yudith Herawati Pembina GG Indonesia.

Nah, Indrianingtyas turut menambahkan nih, siswa tingkat SMP harus berani memulai beraksi positif. "Bahkan beberapa AZOTY 2016 merupakan siswa SMP," terangnya. So, enggak ada kata terlalu cepat untuk memulai, guys! Inilah waktumu untuk melakukan hal baik dan jadilah inspirasi untuk sekitar.

SUBMIT AKSIMU DI SINI

 

 

(*/tes/*/ewy)

Share
Create Your Own Article!