170 Alpha Zetizen 2017  siap mengikuti Zetizen Summit 2017 (foto: Ivan/ Zetizen Team)

Zetizen.com - Setelah lama dinanti-nanti, Zetizen Summit akhirnya tiba! Dari Aceh sampai Papua, total ada 170 Alpha Zetizen dari 34 provinsi di Indonesia yang bakal seru-seruan sambil bersaing menjadi Alpha Zetizen of the Year. Nah, kira-kira gimana sih persiapan unik mereka biar bisa sukses di Zetizen Summit ini? 

 

Lebih Tenang dengan Ibadah Khusyuk

Ade Agoes Kevin D.K.P., SMAN 1 Denpasar

’’Sebelum berangkat, tentu aku persiapin apa yang diminta panitia. Namun, selain itu, aku punya ritual keagamaan yang khusus aku lakukan setiap mengikuti event atau perlombaan. Aku biasanya ngeluangin waktu pulang kampung ke Karangasem, Bali, untuk minta doa restu sekaligus sembahyang di sanggah (tempat ibadah umat Hindu). Ibadah itu bikin aku lebih tenang buat berangkat ke Zetizen Summit.’’

 

Bawa Catatan Nasihat dari Ibu

Ajeng Dinantika Rahayu, SMAN 38 Jakarta

’’Aku juga bawa barang khusus dari rumah, yaitu buku catatan kecil yang berisi pesan-pesan dan nasihat dari ibuku. Tiap kali baca buku itu, rasanya aku lebih semangat! Selain itu, aku latihan presentasi bareng sama alumni KIR (kelompok ilmiah remaja) dari sekolahku. Latihan itu dilakukan agar aku belajar gestur tubuh yang sopan dan nggak tegang pas ketemu juri di summit nanti.’’

 

Siapkan Cenderamata Khas Papua

Yockbet Merauje, SMKN 5 Jayapura

’’Rasanya bangga banget karena aku dapat kesempatan buat ketemu sama anak-anak muda hebat se-Indonesia dengan jadi Alpha Zetizen. Makanya, aku udah nyiapin 30 cenderamata khas Papua yang aku buat sendiri. Cenderamata ini terbuat dari kulit kayu yang udah aku kasih lukisan motif Papua dan akan aku bagikan ke teman-teman di sana. Harapanku, dengan mendapatkan cenderamata ini, mereka bisa selalu ingat sama aku setelah kami balik ke daerah masing-masing.’’

 

Membawa Alat Musik khas Daerah

 

Lodewyk Almendo Sopacua, Alpha Zetizen Provinsi Maluku

"Pada Zetizen Summit tahun ini, aku membawa tifa sebagai temanku dari Maluku. FYI nih,  tifa adalah alat musik khas Maluku. Alat musik ini biasa digunakan untuk upacara adat maupun kesenian dan budaya daerah. Aku bawa tifa ini untuk mengiringi penampilan kami di cultural night Selasa besok. Kami sudah berlatih dari jauh hari agar penampilan kamu kece hehe. So, tunggu penampilan dari Maluku ya teman-teman."

 

Terus Berlatih di Depan Kaca

Siska Anggraeni, Alpha Zetizen Sulawesi Tenggara

"Untuk mempersiapkan diri dalam penjurian, aku sudah siap-siap dari jauh hari. Udah satu minggu lebih aku berlatih di depan kaca. Tujuannya, supaya nggak grogi dan gugup saat presentasi penjurian nanti. Latihan itu juga untuk membuatku lebih percaya diri dalam menyampaikan materi. Selain itu, aku juga bawa oleh-oleh berupa gantungan kunci untuk dibagi-bagikan ke peserta yang lain."

Share
Create Your Own Article!