Nissan Serena ProPilot, mobil autopilot pertama keluaran Jepang. Foto: Andrew Malana

 

Zetizen.com - Perusahaan otomotif Nissan baru saja mengumumkan teknologi ProPilot, yaitu yang memungkinkan mobil menyetir otomatis pad 13 Juli 2016 lalu. Diterapkan pada 2017 Nissan Serena ProPilot, mobil itu bakal jadi autopilot car keluaran Jepang yang pertama dijual komersil. Nissan ProPilot siap beroperasi pada 2018 di jalan tol dan di jalanan kota pada 2020 mendatang.

Sebelumnya teknologi ini emang udah diluncurkan oleh perusahaan-perusahaan otomotif Barat, tapi sering mendapat kritik perihal keamanannya. Katanya nih, mobil autopilot ciptaan Nissan yang lebih aman dibandingkan produk-produk Eropa atau Amerika Serikat. Kok bisa sih? (reuters/autonews/fhr/sam)

 

Nggak Sepenuhnya Handsfree

Belum lama ini, produk Amerika Serikat, Tesla Motors, jadi sorotan karena tewasnya seorang konsumen dalam kecelakaan dengan mobil autopilot. Nggak berselang lama, peluncuran teknologi Nissan yang diklaim aman ini bertepatan banget buat jadi solusi agar peristiwa serupa nggak terulang.

Berbeda dengan mobil autopilot buatan Barat yang sepenuhnya jalan otomatis (handsfree), teknologi ProPilot milik Nissan menerapkan semi-handsfree. Artinya, mobil itu tetap punya setir buat pengemudi menyetir seperti biasa. Di situasi yang memungkinkan, mobil bisa di-switch jadi autopilot. Berarti mirip-mirip sama kinerja pesawat terbang.

Nissan menelurkan ProPilot lewat kerjasamanya dengan universitas-universitas terbaik dunia, seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford, Oxford, Carnegie Mellon, dan University of Tokyo. Kombinasi riset lima universitas tersebut diklaim sebanding dengan riset dan pengembangan selama 80 tahun.

 

Alarm Prediksi Bahaya

Selain semi-handsfree yang bikin pengemudi bisa mengambil alih kemudi saat emergency, Nissan ProPilot juga punya fitur alarm. Alarm itu menginformasikan pengemudi tiap ada potensi bahaya atau situasi yang nggak bisa di-handle sama autopilot. Teknologi ProPilot dilengkapi sistem radar dan kamera untuk menganalisis situasi sekitar.

Jadi alarm mobil itu nggak cuma berfungsi saat parkir aja kayak mobil pada umumnya. Melainkan saat berkendara biasa. Bentuk peringatannya mulai dari lampu menyala dan akan beralih jadi bunyi alarm jika nggak ada respon dari pengemudi. “Pada dasarnya teknologi ini emang bukan untuk menyetir sendiri, tapi untuk membantu dan memudahkan pengemudi.” kata Hideyuki Sakamoto, wakil presiden Nissan, dilansir dari Reuters.

 

Interior Nissan Serena PropPilot. Foto: carindianbikes

 

Kontrol Kecepatan

Berdasarkan survey, 93% kecelakaan lalu lintas diakibatkan oleh human error. Nissan ProPilot juga ditujukan buat meminimalisasi kecelakaan akibat human error itu dengan bantuan teknologi.

Nggak cuma alarm yang mengantisipasi bahaya, Nissan ProPilot juga mengontrol batas kecepatan aman mobil. Maksimal kecepatan adalah 60 mph atau 96 km/jam Dalam keadaan autopilot, jarak dengan mobil lain di depan pun diposisikan ideal agar aman. Rem otomatis juga disertakan dalam Nissan ProPilot.

 

 

Pertama di Asia, Jadi Panutan Buat Produk Selanjutnya

Nissan ProPilot tentunya bukan produk autopilot terakhir Nissan. Produk yang sekarang bakal jadi panutan buat produk-produk di masa mendatang, sebagaimana Nissan mengklaim bakal menyiapkan produk autopilot yang mampu mendeteksi kemacetan, persimpangan, dan hal-hal lain yang lebih rumit. Meski demikian, keamanan tetap jadi prioritas. “Pengembangan dari segi keamanan dan fungsi itu satu set.” imbuh Sakamoto.

Untuk sementara ProPilot ini baru diterapkan pada produk Nissan Serena. Lengkap dengan autopilot, Serena ProPilot bakal dijual ke pasar dengan harga 3 juta Yen atau sekitar 378 juta Rupiah. Nggak jauh beda sama mobil umumnya ya?

 

eweCaption
Share
RELATED ARTICLES
Create Your Own Article!