Are You a Zetizen?
Show Menu

Si Pelopor Hari Kasih Sayang

Narendra Mg Narendra Mg 14 Feb 2022
Si Pelopor Hari Kasih Sayang

Zetizen-Hari Valentine identik dengan bunga dan cokelat. Perayaan setiap 14 Februari itu melambangkan kasih sayang. Kamu sudah mengirim atau menerima hadiah belum? Hihi. Sambil nunggu doi kirim cokelat, yuk intip sejarah di balik perayaan valentine dan tradisi unik di belahan dunia berikut! (elv/c12/lai)

Ada banyak versi sejarah Hari Valentine. Melansir History, valentine adalah seorang pendeta sekaligus martir. Dia dieksekusi mati pada 14 Februari karena menentang kebijakan Claudius II yang melarang pernikahan di Roma. Diam-diam, St Valentine melakukan pemberkatan pernikahan untuk pasangan muda.

Saat di penjara, valentine jatuh cinta pada putri penjaga penjara dan meninggalkan surat perpisahan bertulis from your Valentine.

Meski ceritanya cukup ambigu, valentine dinyatakan sebagai orang suci dan terdaftar dalam Martirogi Romawi.

Untuk mengaburkan hari kematian St Valentine, diadakan festival Lupercalia, sebuah festival perayaan cinta dan kasih sayang. Nama para wanita muda akan ditaruh dalam kotak dan diundi para pria.

Pada 496 Masehi, Paus Gelasius menghentikan festival tersebut dan mendeklarasikan 14 Februari sebagai hari St valentine yang dikenal sebagai sosok simpatik, heroik, dan romantis.

 

Sejak itu, 14 Februari secara definitif dikaitkan dengan cinta, bunga, dan cokelat.

Ide kreatif Richard Cadbury menjadi salah satu alasan di balik cokelat sebagai ikon Valentine. Richard memasarkan cokelatnya dengan kemasan yang cantik, hasil desain sendiri. Alhasil, banyak yang membeli produknya untuk diberikan kepada orang terkasih saat Valentine.

 

Di Paris, pasangan kekasih akan pergi ke Jembatan Pont des Arts untuk memasang gembok cinta dan membuang kuncinya di Sungai Seine.

Masyarakat Tiongkok merayakan Hari Kasih Sayang ketika festival Qixi yang jatuh pada hari dan bulan ke-7 penanggalan Imlek. Saat Dewi Zhinu bertemu kembali dengan suaminya, Niulang.

Perayaan valentine di Arab Saudi sempat dilarang karena perbedaan budaya. Dan dianggap haram serta berlawanan dengan ajaran agama. Namun, melansir Arab News, kini masyarakat sudah dapat merayakan Valentine.

RELATED ARTICLES

Please read the following article