Are You a Zetizen?
Show Menu

READ,CLICK,REPEAT

Ratih Mg Ratih Mg 26 Dec 2022
READ,CLICK,REPEAT

Tugas ux writer di Balik Sebuah Aplikasi dan Website

Zetizen-Pernah tertarik ngeklik notifikasi aplikasi atau website gara-gara kontennya lucu? Thanks to UX writer, aplikasi-aplikasi favoritmu menjadi lebih menarik dan helpful. Seperti apa sih rasanya jadi UX writer? Yuk, simak kisah-kisah berikut ini! (lia/c20/rat)

Aulia Rahmani, Alterra

PROSPEK BAGUS, HARUS PUNYA EMPATI

’’Aku memulai karir sebagai UI/UX designer sejak 2014. Setelah bekerja di Alterra dan fokus ke UX designer, akhirnya aku punya kesempatan hiring UX writer. Jadi, bisa
dibilang fokus untuk grooming role UX writer sekitar dua tahun ini. Prospek kerja UX writer di Indonesia cukup bagus loh. Sebab, orang-orang nggak bisa dipisahkan dari aplikasi dalam kegiatan sehari-hari.

Buat yang mau jadi UX writer, kamu harus punya skill menulis. Mulai story telling ke user, EYD, gaya penulisan, sampai conversational writing. Sebab, seorang UX writer harus meningkatkan engagement antara produk dan user-nya. Tulisan harus to the point karena user harus langsung tahu apa yang kita maksud. Selain itu, kita harus rajin research untuk improve. Oh iya, jangan lupa rasa empati pada user ya!’’

Yandi Purnama Ajie, MTARGET

WAJIB TO THE POINT DAN KONSISTEN

’’Membuat guide untuk user pada fitur aplikasi dan bikin tulisan yang telah terbentuk dalam interface aplikasi adalah makananku sehari-hari. UX writer adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan kok. Biasanya, perusahaan yang sudah punya kebutuhan di bidang UX cukup kompleks akan hire UX writer.

Tapi, di setiap pekerjaan ada tantangannya. Karena harus to the point, tulisan UX writer dibatasi jumlah karakter. Kita juga harus pintar-pintar menggabungkan ide dari banyak konteks. Tulisannya pun harus konsisten dan perlu testing berkali-kali agar menemukan formula microcopy yang pas untuk user. Sebab, UX writer bertugas mempermudah user menggunakan produk tanpa perlu ribet melihat tutorial dan semacamnya.’’

Thalita Jacinda, Aleph Labs

HARUS PUNYA KOSAKATA BARU TIAP HARI

‘‘Aku memulai karir sebagi UI/UX Designer sejak 2014. Setelah bekerja di Alterra dan fokus ke UX Designer, akhirnya aku punya kesempatan hiring UX Writer. Jadi, bisa
dibilang fokus untuk grooming role ux writer sekitar dua tahun ini. Prospek kerja ux writer di Indonesia cukup bagus lho. Sebab, orang-orang nggak bisa dipisahkan dari aplikasi dalam kegiatan sehari-hari.

Buat yang mau jadi UX Writer, kamu harus punya skill menulis. Mulai dari story telling ke user, EYD, gaya penulisan, sampai conversational writing. Sebab, seorang ux writer harus meningkatkan engagement antara produk dan user-nya. Tulisan harus to the point karena user harus langsung tahu apa yang kita. Selain itu, kita juga harus rajin research untuk improve. Oh iya, jangan rasa empati pada user ya!’’

SERUPA TAPI TAK SAMA

Zetizen-Meskipun sama-sama memiliki kata ’’writer’’, UX writer dan copywriter adalah dua Profesi yang berbeda. Daripada salah kaprah, kamu bisa lihat tabel di bawah ini agar mudah membedakan antara UX writer dan copywriter. Check this out! (lia/c20/rat)

 

Copywriter: Konten yang dibuat biasanya menggunakan teknik penulisan soft selling atau story telling untuk menarik pembaca.


UX writer: Penulisan to the point, tanpa basa-basi, namun dipahami pembaca secara jelas tanpa membaca lebih banyak.

 

 

 

Copywriter: Tulisan copywriter bertujuan memberikan informasi atau menyakinkan orang lain tentang produk dalam website atau aplikasi.


UX writer: Membantu users memahami website atau aplikasi demi menciptakan pengalaman menyenangkan saat memakai aplikasi tersebut.

 

 

Copywriter: Bikin tulisan promosi atau iklan yang bertujuan komersial dan membuat pembaca tertarik mencoba produk tersebut.


UX Writer: Menciptakan sebuah hubungan antara user dengan aplikasi atau website dalam bentuk tulisan sehingga user mudah mengeksplorasi kata-kata sederhana. 

 

 Copywriter: Karena berhubungan dengan selling, copywriter wajib berkolaborasi dengan desainer dan tim marketing.


UX Writer: Karena harus mempertimbangkan banyak faktor, UX writer harus bekerja sama dengan banyak orang. Mulai marketing, tim pengembangan bisnis, sampai tim hukum.

 

 

 

RELATED ARTICLES

Please read the following article