Are You a Zetizen?
Show Menu

Are You Stuck in FOMO?

Abiyoso Mg Abiyoso Mg 02 Jun 2022
Are You Stuck in FOMO?

PERNAH merasa takut ketinggalan tren atau apa yang sedang sibuk dilakukan circle-mu? Atau, merasa nggak tenangkarena belum nonton film yang lagi trending? Jangan-jangan kamu juga nongkrong 24 jam di media sosial biar nggak melewatkan kabar terkini. Wah, kamu FOMO, ya. Well, perasaan takut dan cemas itu dikenal dengan sebutan FOMO.

Fear of missing out ( F O M O ) adalah perasaan takut tertinggal ketika nggak mengikuti tren atau kegiatan yang sedang ramai dilakukan banyak orang. fomo mengarahkan penderitanya pada persepsi bahwa kehidupan orang lain lebih baik daripada dirinya. ”FOMO bisa terjadi dalam konteks kegiatan sosial, harta materiil, status sosia l , hingga kesuksesan karier,” ungkap psikolog Dr  Lauren Hazzouri dalam wawancara nya bersama i-D Vice.

Kurangnya kepercayaan diri menjadi salah satu penyebab FOMO. Hadirnya media sosial sebagai tempat show up segala hal memperparah kondisi tersebut. Misalnya, kamu melewatkan pesta, liburan, atau hang out, lalu merasa nggak keren saat melihat unggahan foto temanmu yang datang. ”Ketika tidak melihat value diri sendiri, seseorang akan cenderung ingin ’hadir’ dalam setiap hal. Padahal, orang dengan kepercayaan diri yang sehat akan membentuk hubungan yang lebih bermakna,” ujar Dr Lauren.

Gejala FOMO, antara lain, terlalu sering mengecek gadget, lebih peduli pada media sosial daripada kehidupan nyata, selalu kepo sama kehidupan orang lain, dan selalu bilang ”ya” meski sebenarnya enggan karena takut ketinggalan apa pun. Semua itu juga dapat berujung pada membandingkan diri dengan orang lain dan bikin kamu nggak bahagia, lho.

Rehat dari media sosial bisa menjadi solusi awal. Tentu hal itu akan sulit dilakukan, tapi sangat worth it! Melansir Psychology Today, semakin kamu nggak terikat dengan smartphone dan media sosial, risiko mengalami fomo akan semakin kecil.

Slow down dan berikan kesempatan dirimu untuk hidup saat ini. Kalau kamu sedang mengalami hari yang buruk, be easy on yourself. Selain itu, berlatihlah untuk mengatakan tidak. Kamu nggak harus mengiyakan setiap ajakan untuk datang ke sebuah acara. Kadang berkata tidak itu salah satu self-love terbaik. Well, fomo bukanlah sesuatu yang sehat dan justru membawa dampak negatif terhadap mood dan kepuasan dalam hidup. Kebalikan dari fomo adalah JOMO (joy of missing out). Itulah antitesis dari fomo yang berarti kamu merasa puas dan bahagia dengan kehidupanmu. Wahai si paling up-to-date, sesekali kudet bukan akhir dari segalanya kok. You’re not missing anything! (elv/c14/lai)

Are You Stuck in FOMO?

  • Langsung cek HP saat muncul notifikasi
  • Kepo dengan gosip terbaru yang lagi
  • Selalu setuju kalau diajak pergi, bahkan saat kamu lagi mager alias malas
  • Kesal kalau ada guyonan yang kamu nggak nyambung.
  • Merasa kecewa nggak bisa ikutan hang out.
  • Beli barang rekomendasi influencer meski sebenarnya nggak
  • Selalu jadi yang terakhir pulang saat ada kumpul-
  • Nggak mau ketinggalan barang keluaran
  • Sering merasa nggak update.
  • Nggak bisa lama-lama jauh dari

 

Result

 

 

Selamat, kamu menikmati setiap momen tanpa merasa cemas jika tertinggal suatu informasi. Up to date boleh, tapi jangan sampai memengaruhi kehidupanmu, ya. Nggak masalah sedikit ketinggalan tren, yang penting nyaman dan pikiran tenang.

 

 

Kalau mengatakan ”ya” dari hal yang disebutkan di atas, kamu mungkin udah terjebak FOMO. Its okay, belum terlambat untuk berubah kok! Perubahan bisa kamu mulai dari hal kecil seperti mengurangi penggunaan ponsel dan menikmati waktu bersama orang terdekat. Take your time! (elv/c14/lai)

 

 

RELATED ARTICLES

Please read the following article