Jumanji: Welcome to the Jungle

Foto: Screenrant

 

Zetizen.com - Film remake Jumanji (1995), Jumanji: Welcome to the Jungle, mengajak kita masuk ke dunia video game. Merasakan tantangan secara langsung, film ini jelas menyuguhkan konsep yang berbeda dari film aslinya. Sayangnya, sense dari Jumanji yang identik dengan tantangan dan petualangan memincu adrenalin malah hilang. Apa penyebabnya?

Premis yang Mudah Ditebak

Memasang Dwayne Johnson (avatar dari Spencer), Karen Gillan (avatar dari Martha), Kevin Hart (avatar dari Fridge), dan Jack Black (avatar dari Bethany), tantangan dalam Jumanji: Welcome to the Jungle nggak lagi para hewan yang menginvasi kota. Tapi, penonton akan dibawa ke tengah hutan untuk berburu Permata Jaguar. Mereka harus melewati sekelompok orang jahat yang menjadi raja hutan karena mereka bisa memerintah hewan-hewan hutan.

Selain itu, beragam level seharusnya bisa menciptakan sensasi petualangan yang seru. Mulai dari pertemuan dengan kuda nil, menebak teka-teki dari Black Mamba, sampai aksi pencurian alat transportasi. Sayangnya, jalan cerita yang gampang ditebak bikin penonton cepat bosan. Intinya, mereka cuma "dilempar" ke hutan dan mengembalikan permata ke tempatnya. Too mainstream right?

Chit-chat Nggak Penting Menghilangkan Aftertaste

Premis tersebut seharusnya bisa membawa penonton ke dalam petualangan sarat tantangan dan jebakan yang memacu adrenalin. Sayangnya, Jumanji: Welcome to the Jungle terlalu fokus pada pengembangan tokoh dan obrolan-obrolan yang nggak perlu. Misalnya, dalam setiap level yang dilalui, masing-masing tokoh diminta untuk saling percaya, bertindak strategis, sampai memecahkan teka-teki.

Tapi, porsinya terlalu banyak. Akhirnya, penonton nggak begitu merasakan petualangan yang menegangkan. Selain itu, jalan cerita yang mudah ditebak jadi salah satu kekurangan dari film ini. So, jangan heran kalau kamu nggak menemukan aftertaste setelah keluar dari bioskop.

Jumanji: Welcome to the Jungle

Foto: CGSociety

 

Didukung Aktor dan Aktris A-list

Eits, film ini tetap layak untuk menyambut liburanmu kok. Sebab, paduan CGI dan backsound ala video game bakal memanjakanmu selama 1 jam 50 menit. Nggak cuma itu, tingkah lucu Jack Black yang memerankan Bethany juga bakal mengocok perutmu. Mulai dari sikap kemayu hingga cara bicara yang dijamin membuatmu tergelak. Selain itu, berbagai strategi yang diberikan Dwayne Johnson yang menjadi fokus utama dalam film juga mampu menajamkan pikiranmu.

Well, memilih Dwayne Johnson dkk juga merupakan pilihan yang sangat tepat. As we know, julukan The Rock yang disematkan untuknya sesuai banget dengan karakternya yang dewasa dan gagah. Selain itu, Karen Gillan yang cerdas cocok bersanding dengan Jack Black dan Kevin Hart yang super duper lucu.

Isi Pesan Memahami Kekhawatiran Remaja

Well, meski menawarkan premis yang tergolong biasa dan punya kekurangan dimana-mana, tapi film ini bisa merangkum keseharian para remaja masa kini. Mulai dari sosok remaja yang nggak bisa lepas dari ponsel sampai remaja yang suka curang dalam ujian. Selain itu, tajuk Welcome to the Jungle juga seolah merepresentasikan ketakutan para remaja menuju masa dewasa.

Dengan berbagai konflik dan obrolan-obrolan ala remaja, bisa dibilang film ini sarat akan wejangan untuk memulai hidup sebagai orang dewasa. Seperti Fridge yang mengatakan pada Spencer bahwa sebenarnya kita hanya punya satu nyawa dalam hidup kita. Jadi, kita harus berani menghadapi resiko. Psst... Film ini juga menanamkan pentingnya apresiasi yang bisa bikin orang lain lebih percaya diri lho. Mantap!

Rating Zetizen: 7/10

| Editor: Ratri Anugrah

Share
Create Your Own Article!