Are You a Zetizen?
Show Menu

Effortless Look with Tulle

Abiyoso Mg Abiyoso Mg 02 Dec 2022
Effortless Look with Tulle

Zetizen-Setiap tahun, tren menggunakan kain tulle dan lace tidak pernah ada matinya. Begitu pula pada 2020, perpaduan manis dua item fashion tersebut kembali menghiasi berbagai koleksi di fashion runway. Perpaduan dua jenis kain itu mampu menciptakan look yang seksi, feminin, sekaligus klasik. Nggak heran jika tulle sangat khas dengan unsur dress dan segala hal tentang wedding item. Nah, kalian tahu nggak sih bagaimana awal mulanya kain ini bisa begitu dicintai di industri fashion? Simak yuk! (c12/lunss/tulle/dhs)

Tulle diambil dari nama salah satu kota di Prancis. Pada 1700-an, penduduk di sana mulai merajut kain dengan jerat hexagonal yang mirip dengan sarang lebah. Teori lain menyebutkan, awal mula jenis kain itu terlihat saat penduduk Yunani kuno mengenakan jubah yang berbahan tipis. Kemudian, mereka kenakan untuk menutupi kepala, ditambah dengan orange blossoms. Jaring-jaring tulle juga semakin dikenal dari Parisian ballet costume, yaitu ballet tutu.

KESAN feminin dan elegan yang diciptakan dari kain tulle dan lace membuat cewek-cewek yang ingin pre-sweet seventeen pun memilih kain satu ini. Di Indonesia, banyak desainer dan brand lokal yang menjadikan kain satu ini sebagai ciri khas koleksi mereka. Salah satunya adalah Varriety, milik Aemelia Agatha asal Surabaya. Di Kota Pahlawan, Varriety cukup terkenal di kalangan remaja.

Bagaimana tidak, lewat brand yang sudah dirintisnya sejak akhir 2018 itu, Aemelia mewujudkan impian para remaja cewek yang ingin photoshoot pr-sweet seventeen dengan Outfit ala simple wedding dress di Pinterest loh. ”Awalnya aku seorang fashion stylist sekaligus makeup artist. Lama-lama kepikiran kenapa aku nggak menyediakan satu paket aja. Styling, makeup, sekaligus wardrobe-nya dari buatanku sekalian,” ujar wanita kelahiran 1998 tersebut.

Tidak mudah berkarir di industri fashion, Aemelia pun memutar otak bagaimana agar brand-nya memiliki penggemar tersendiri. Wanita yang justru menempuh kuliah memasak itu pun terpikir untuk menjahit sendiri setiap Outfit di koleksinya. Tentu, menggunakan bahan tulle dan lace andalannya.

Ide tersebut ternyata membuat Varriety selalu dicari di kala ada yang ingin melakukan pemotretan pre-sweet seventeen loh. ”Karena dijahit sendiri, harga sewanya bisa murah. Kayaknya sih termurah ya, untuk gaun dan midi dress dengan bahan tulle dan lace seperti ini. Aku berani sewain di-range harga Rp 150 ribu sampai Rp 380 ribu per item-nya,” terang Aemelia.

Selain dijahit sendiri olehnya, ciri khas Varriety terdapat pada warna-warna di tiap koleksinya. Cewek yang juga memiliki brand brownies and dessert tersebut memilih warna-warna soft seperti nude, putih, cokelat, dan soft pink sebagai ciri khas brand[1]nya. Namun, Aemelia memiliki keinginan untuk menciptakan koleksi dengan warna-warna bold.

”Beberapa klienku kadang ada yang cari warna merah atau oranye. Mungkin karena karakter mereka kuat, jadi ingin pakai warna-warna terang. Meski ciri khas Varriety seperti ini, aku akan membuat satu atau dua Outfit dengan warna-warna terang nantinya,” curhat Aemelia. Yup, dia memang berencana mengeluarkan koleksi baru pada pertengahan 2020 dengan nuansa yang sedikit berbeda.

Hal tersebut semakin memotivasinya untuk melihat kesuksesan yang diraihnya pada koleksi Day One 2018 dan Second Day pada pertengahan 2019. ”Masih tetap main-main di kain tulle sih, mungkin beberapa akan coba satin. Karena jenis kain ini tuh bisa memberikan kesan seksi dan elegan aja dalam satu tampilan,” tutup Aemelia. (c12/dhs)

RELATED ARTICLES

Please read the following article