Are You a Zetizen?
Show Menu

Siap Manjakan Perut dalam Waktu Singkat

Abiyoso Mg Abiyoso Mg 02 Jan 2023
Siap Manjakan Perut dalam Waktu Singkat

Zetizen-Waktu masa karantina di rumah, kita jadi jarang banget pergi ke restoran dan menyantap makanan langsung di tempat. Hal inilah yang memberikan ide bagi para restoran untuk menyiapkan menu khusus ready to cook yang bisa dimasak langsung oleh customer di rumah. Dari segi kepraktisan dan rasa, menu ini mungkin bakal sangat membantu kita yang udah kangen banget sama makanan ala restoran. Tapi, bagaimana kalau dilihat dari segi kesehatan?

Makanan ready to cook adalah makanan yang penyajiannya harus melalui beberapa proses singkat seperti pemanasan, pengukusan, atau pemanggangan dalam jangka waktu tertentu. Jenis makanan ready to cook juga bermacam- macam. Antara lain, daging, mi, dan sayur-sayuran. Tapi, sebagai konsumen, kita juga harus cermat untuk memperhatikan kandungan gizi dalam makanan ready to cook.

"Banyak makanan ready to cook yang sudah mulai memasukkan sayur dalam penyajiannya. Seperti yang kita tahu bahwa sayur mengandung serat yang baik untuk kesehatan dan sistem pencernaan," jelas Mochammad Rizal, ahli gizi di KONI Jawa Timur. Namun, karena sayuran di dalam makanan ready to cook sering kali disajikan dalam porsi yang sedikit, perlu ada alternatif makanan lain supaya bisa memenuhi gizi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah topping atau dressing dalam makanan ready to cook. Rizal menyarankan untuk tidak terlalu banyak menambahkan topping mayones. Juga ditambahkan dressing olive oil secukupnya saja.

Tanpa sadar, di era yang serba-instan ini, kita sering kali lebih mengandalkan makanan yang dimasak secara instan. Salah satunya, makanan ready to cook ini. Tentu bukan masalah kalau kita bisa mengontrol porsi makan setiap hari dan melakukan sedikit modifikasi pada makanan ready to cook tersebut. "Misalkan, karena porsi sayurnya sedikit, kita bisa request menambah sayuran. Kemudian, pilih makanan yang tidak digoreng seperti kentang goreng atau ayam goreng. Ganti dengan kentang panggang atau ayam teriyaki. Kalau terpaksa digoreng pun, pilih saja yang bagian ungkapnya.

Selain aspek kesehatan, ada perdebatan nih mengenai rasa makanan ready to cook dengan yang biasa kita santap langsung di restoran. Kira-kira apa kata mereka yang sudah mencoba? "Kalau aku pribadi sih, rasanya mirip kok, mungkin bergantung cara masaknya juga yang bisa memengaruhi rasanya," tutur Wahyuningtyas Krisnawati Wibowo, alumnus SMAK St Hendrikus Surabaya. Terlepas dari kepraktisan dan kenikmatan rasa ala restoran yang ditawarkan, jangan makan makanan jenis ini terlalu sering ya! Tetap seimbangkan dengan makanan yang kaya protein dan serat. (c20/mel)

Pay Attention to Your Food

Instruksi Memasak

Kita sering menyepelekan bahwa makanan ready to cook sebenarnya sudah matang sehingga tidak perlu memasaknya lama-lama. Padahal, mengikuti durasi memasak yang sudah diinstruksikan dalam kemasan makanan ready to cook itu penting, loh. Makanan ready to cook yang belum matang secara sempurna mengakibatkan adanya kontaminasi bakteri sehingga yang menyantapnya bisa sakit.

Kandungan Bahan dan Nutrisi

Sebelum membeli, ada baiknya kamu mengecek atau bertanya mengenai kandungan nutrisi dalam sebuah produk makanan ready to cook. Makanan jenis ini mengandung nutrium dan garam yang cukup tinggi sebagai penguat cita rasa dan pengawet alami. Pastikan kandungan nutrisinya sesuai dengan kebutuhanmu sehari-hari dan tidak ada bahan yang menimbulkan alergi.

Penyimpanan Makanan

Biasanya kita hobi menyimpan beberapa stok makanan supaya bisa dimakan di kemudian hari. Ada baiknya kamu tidak membiarkan beberapa makanan ready to cook terlalu lama di dalam freezer. Sebab, itu bisa memicu tumbuhnya bakteri atau rasa yang berubah. Perhatikan jenis makanan yang kamu beli dan simpan dengan temperatur suhu yang dibutuhkan.

RELATED ARTICLES

Please read the following article