Are You a Zetizen?
Show Menu

Wajib ke Sini! 3 Pantai di Pacitan Ini Lebih Indah dari Pantai di Bali

Afrieza Zaqi Afrieza Zaqi 16 Jun 2017
Wajib ke Sini! 3 Pantai di Pacitan Ini Lebih Indah dari Pantai di Bali

Zetizen.com – Kabupaten Pacitan, tempat kelahiran mantan presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan sebuah daerah yang perbatasannya dikelilingi Pegunungan Sewu. Tapi, siapa sangka kalau di balik pegunungan itu ada hidden paradise (surga tersembunyi) berupa pantai. Bahkan, keindahannya bisa menandingi pantai-pantai di Bali lho!

Pantai Door Pancer

Buka di Google Maps | Penginapan Terdekat

Pantai ini paling dekat dengan pusat kota dan jadi rujukan surfer lokal maupun mancanegara (Foto: Afrieza/Zetizen Team)

 

Bisa dibilang pantai ini dekat dari pusat Pacitan, yaitu sekitar 10-15 menit. Meski begitu, Pantai Door Pancer cantik banget! View-nya luar biasa apik. Selain punya landscape yang indah, ombak di sini dikenal asyik buat surfing. Bahkan, banyak sekali wisatawan mancanegara yang datang untuk mencoba nikmatnya ombak Pantai Door Pancer.

Oh iya, jangan terkecoh sama akses menuju pantai ini ya. Sesampainya di lokasi, kita cuma disajikan pantai umum yang berada di samping jalan utama. Nah, di ujung jalan utama, ada jalan rusak yang kelihatannya nggak mungkin dilalui orang. Eits, jangan salah. Setelah menembus jalanan rusak itu, kita akan disuguhi pantai yang jauh lebih indah!

Nah, karena Pantai Door Pancer merupakan pantai laut selatan, jelas ada cerita mistisnya. Yap, menurut mitos, pantai ini dijaga oleh Nyi Roro Kidul. Hal itu tentu bikin kita lebih hati-hati memilih warna baju. Ngga boleh baju warna hijau kalau pengen selamat bermain di sini. Apalagi, pantai-pantai di Pacitan dikenal ganas dengan pendatang. Jadi, kamu harus hati-hati ya!

Pantai Srau

Buka di Google MapsPenginapan Terdekat

Karang di pinggiran pantai bikin keindahan alamnya unik (Foto: Afrieza/Zetizen Team)

 

Terletak di Kecamatan Pringkuku, Pacitan, pantai ini bisa dibilang hidden paradise yang sayang banget kalau dilewatkan. Lokasinya cukup jauh dari kota, yaitu kurang lebih 45 menit sampai 1 jam naik mobil. Tapi, jangan khawatir. Selama perjalanan, kita nggak bakal bosen. Sebab, di sepanjang jalan kita akan dihibur dengan view bukit dan hutan.

Sesampainya di Pantai Srau, kita langsung disapa satu pantai kecil di kiri jalan. Pantai itu dikelilingi batuan besar yang dasarnya terdapat karang. Semua itu langsung terlihat di pinggiran pantai. Eits, jangan puas dulu. Kita masih bisa masuk lebih dalam ke area itu. Di sana kita langsung disajikan pantai yang lebih besar dengan pemandangan pegunungan yang indah. Nilai plusnya lagi nih, airnya jernih banget!

Pantai ini cuma bisa dinikmati dengan menaiki bukit di timur pantai ke-2 (Foto: Afrieza /Zetizen team)

 

Belum puas? Cobalah naik ke salah satu bukit di bagian timur pantai kedua. Saat di puncak, kita akan disapa pantai yang bentuknya cukup unik. Jadi, pantai ini dikelilingi bukit dan bentuknya seperti huruf u. Di pantai ini airnya lebih dangkal dibandingkan dua pantai sebelumnya. Kita boleh banget main-main di sini. Tapi, persiapkan fisik buat naik-turun bukit ya.

Pantai Watu Karung

Buka di Google Maps | Penginapan Terdekat

Suasana sunset di Pantai Watu Karung sayang banget kalau dilewatkan (Foto: Afrieza/zetizen team)

 

Nah, kalau ini surganya turis mancanegara. Selain ombaknya cocok banget buat surfing, penginapan di sini tergolong sangat banyak dibandingkan pantai-pantai lain. Jalur Pantai Watu Karung searah dengan Pantai Srau. Nah, nanti di ujung jalan ada dua jalur. Jalur ke atas menuju pantai Srau dan jalur kbawah menuju Pantai Watu Karung. Dari persimpangan itu, kita akan sampai tujuan dalam waktu kurang lebih 15 menit.

Untuk pemandangan, pantai ini nggak kalah sama yang lain. Lokasinya yang dikelilingi pegunungan bikin air di pantai ini bening banget. Selain itu, karang di pinggir pantai bikin tempat ini Instagram-able. Oh iya, ombak di sini tergolong besar lho. Nggak heran kalau ada banyak kursus surfing. Jadi, kamu bisa langsung belajar dan praktek deh. Harga kursus sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per sesi.

Ada yang sudah pernah ke salah satu pantai di atas?

 

| Editor: Ratri Anugrah

RELATED ARTICLES

Please read the following article