Are You a Zetizen?
Show Menu

Game Tarung untuk Segala Kalangan

Abiyoso Mg Abiyoso Mg 09 Dec 2022
Game Tarung untuk Segala Kalangan

Zetizen-Lewat serial guilty gear dan BlazBlue, Arc System Works menyejajarkan diri d e n g a n C a p c o m (pembuat serial Street Fighter) dan SNK (pembuat serial The King of Fighters) di puncak genre fighting 2D. Tetapi, Arc System mempunyai bisnis yang unik, yaitu membuatkan game fighting 2D bagi ikon[1]ikon populer milik perusahaan lain. Mulai Hokuto no Ken milik Sega, Sengoku Basara X milik Capcom, Nurarihyon no Mago milik Konami, Persona 4: the Ultimate in Mayonaka Arena milik Atlus, hingga Dragon Ball FighterZ milik Bandai Namco.

Beberapa pekan silam, daftar tersebut bertambah oleh granblue fantasy Versus untuk mesin PlayStation4. Dilihat dari judulnya, game fighting 2D tersebut mengadaptasi Granblue Fantasy, RPG online buatan Cygames yang sedang naik daun di ponsel Android, iOS, dan PC. Tetapi, berbeda dengan Hokuto no Ken, Persona, dan Dragon Ball yang mengangkat pamor game fighting-nya, kali ini sebaliknya. Proyek game fighting berfungsi memperkenalkan granblue fantasy kepada pasar yang lebih luas sekalian sebagai persiapan dibukanya server internasional.

Arc System menunjukkan kepiawaiannya merancang game fighting 2D berkualitas tinggi. Tiap karakter cukup berimbang dengan teknik masing-masing yang bisa dikembangkan secara kompleks dan bervariasi. Daripada kebanyakan produk masa kini, granblue fantasy Versus tidak banyak menerapkan teknik serangan vertikal beruntun, kecuali jika lawan berhasil didesak ke tepi. Hal ini jadi suatu penyegaran bagi para veteran genre fighting 2D.

Menariknya, game ini juga ramah bagi para pemula. Ada teknik tertentu yang bisa dilepaskan dengan tombol yang sederhana meski ada batasan waktu untuk melakukannya lagi. Lumayan ampuh digunakan oleh para pemula untuk membalikkan situasi ketika dihajar pemain yang lebih berpengalaman. Batasan waktu tersebut jadi lebih singkat jika teknik itu dilakukan dengan kombinasi tombol yang lebih rumit. Jadi, tetap ada keunggulan bagi yang lebih ahli

Granblue Fantasy Versus menampilkan para petarung dari versi RPG online seperti Gran, Katalina, Lancelot, hingga Vaseraga. Sementara itu, Lyria, Rackam, dan sejumlah lainnya jadi NPC, karakter yang tidak dimainkan . Pada awalnya, ter sedia sebelas petarung. Jumlah itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan versi RPG online. Tetapi, jumlahnya ditambah secara bertahap. Misalnya, Djeeta, Narmaya, dan Belial. Mereka hadir dengan grafis memikat sekelas Dragon Ball FighterZ, karena sama-sama menggunakan Unreal Engine 4.

Arc System juga menyuguhkan segmen tutorial yang paling berguna dibandingkan dalam game fighting lainnya. Tak ada detail bertele-tele seperti bergerak ke kiri atau kanan, tetapi langsung kepada jurus-jurusnya. Tiap jurus diberi penjelasan mengenai efek tambahan dan momen keunggulannya. Para veteran genre fighting bakal tertarik menyelami segmen ini. Sementara itu, mereka yang tadinya masih pemula mungkin bisa jadi pemain berkemampuan lumayan lewat granblue fantasy Versus ini. (c20/ray)

 

Sejumlah seri Tekken mempunyai minigame berjudul Tekken Force. Serial Dairantou Smash Brothers memiliki beberapa minigame dalam tiap seri. granblue fantasy Versus juga mempunyai, yaitu RPG Mode. Petarung bergerak secara linier ke kiri dan kanan melawan para musuh yang berdatangan, menggunakan teknik dari segmen fighting-nya. Bedanya, kemampuan petarung bisa ditingkatkan secara drastis layaknya dalam genre RPG. Hal ini dibutuhkan, terutama untuk menghadapi para bos yang harus dikalahkan dalam kurun waktu terbatas.

Tiap tahapan dalam game ini berhadiah kesempatan memainkan satu atau dua kali gacha (semacam undian). Jika beruntung, pemain mendapat senjata langka yang tangguh atau bahan langka untuk membuat senjata yang supertangguh. Pemain mengatur senjata dalam grid serupa dengan Granblue Fantasy, tetapi lebih simpel. Senjata yang sama bisa digabungkan jadi lebih kuat. Senjata berbeda bisa menyumbangkan efek tambahan. Kesibukan berburu barang langka bisa dipermudah dengan merekrut petarung kedua sebagai rekan. Bahkan, ada juga fitur permainan otomatis. (c20/ray)

Setelah Shingeki no Bahamut yang berbasis permainan kartu, granblue fantasy adalah sukses Cygames berikutnya. game ini merupakan pertemuan kesekian kalinya komposer Nobuo Uematsu dengan ilustrator Hideo Minaba setelah proyek Final Fantasy IX. Menggunakan sistem pertempuran bergiliran, granblue fantasy jadi salah satu RPG berpenghasilan paling tinggi di pasaran mobile.

Sebagaimana kebanyakan game mobile, granblue fantasy mengandalkan pemasukan dari penjualan gacha. Tidak seperti versi fighting, gacha yang ini bisa juga mendapatkan karakter baru. Bagi yang tidak ingin keluar biaya, kesempatan gacha diperoleh dari mengumpulkan kristal. Selain mengandalkan karakter baru dan senjata baru, pemain meningkatkan kemampuan tempur lewat pengaturan class dan berbagai monster yang bisa dipanggil.

Saat ini Cygames sedang mempersiapkan Granblue Fantasy: Relink yang bergrafis 3D. Tetapi, belajar dari pengalaman Ragnarok Online 2 dan Ragnarok Online II, belum tentu game baru tersebut akan mampu menggantikan popularitas Granblue Fantasy. (c20/ray)

RELATED ARTICLES

Please read the following article