Are You a Zetizen?
Show Menu

Kurangi Santapan Sosial Media

Abiyoso Mg Abiyoso Mg 14 Jun 2022
Kurangi Santapan Sosial Media

SAAT mendengar kata diet, pasti yang terlintas di otak ialah mengurangi porsi makan. Eittts, kini istilah diet juga digunakan untuk menghindari pengaruh stres dari media sosial, lho. Melansir Herworld, diet media sosial berarti mengurangi penggunaan media sosial sehari-hari. Meski terasa sulit, banyak manfaat positif yang bakal kamu dapatkan. Berikut di antaranya! (elv/c18/lai)

Hidup Lebih Teratur

Dengan mengurangi penggunaan media sosial, kamu akan terhindar dari distraksi notifikasi. Apalagi kalau notifikasinya nggak penting-penting amat seperti comment di foto yang baru kamu unggah. Atau, saat sedang mengerjakan tugas, eh lihat doi posting Instagram, tapi nggak bales chat kamu. Hilang fokus sudah, haha. Selain itu, kamu juga akan punya lebih banyak waktu untuk baca buku atau olahraga

Bye Bye FOMO

Salah satu alasan kamu sering mengecek media sosial adalah FOMO atau fear of missing out. Kamu selalu merasa tertinggal kalau nggak mantau status teman atau update berita viral di media sosial. Padahal, untuk merasa terhubung dengan orang lain nggak cuman dari posting-an, tetapi komunikasi, ekspresi, dan merasakan emosi mereka. Dan lagi, hidupmu tetap akan baik-baik saja meskipun nggak up-to-date.

Pola Makan Sehat

Melansir Verywell Fit, penggunaan media sosial ternyata dapat memengaruhi pola makan seseorang lho! Makan sambil main smartphone mampu mendistraksi dari apa yang kamu makan dan memicu overconsumption. Di sisi lain, makan sambil bermain gadget bikin kamu nggak menikmati makanan. Kalau dibiarkan, hal itu bisa berujung ke eating disorder, so be careful!

Lebih Terhubung dengan Sekitar

Media sosial memang bisa mendekatkan yang jauh. Namun, juga bisa membuat penggunanya lebih fokus sama dunia maya dibanding berinteraksi langsung dengan sekitar. Akibatnya, kamu mengesampingkan interaksi di real life yang bisa berujung pada rasa kesepian. ’’Banyaknya waktu di media sosial terkait dengan depresi, kesepian, dan ketidakbahagiaan,’’ tutur Jean Twenge PhD, profesor psikologi di San Diego State University, kepada SELF. Yaps! Terhubung dengan orang secara nyata akan membuatmu merasa jauh lebih bahagia.

RELATED ARTICLES

Please read the following article