POLE dance atau tari tiang lagi ngetren di beberapa negara, termasuk Indonesia. Selebriti hingga remaja mulai menekuni kegiatan yang memadukan gerakan senam, tari, dan akrobat tersebut. Beberapa orang mungkin masih menganggap pole dance tabu karena gerakannya dinilai erotis dengan pakaian yang seksi. Padahal, pole dance termasuk salah satu olahraga yang ampuh membentuk otot dan membakar lemak, lho!

Asal mula pole dance berawal dari dua olahraga kuno. Yakni, chinese pole dari Tiongkok dan olahraga mallakhamb dari India. Keduanya sama-sama mengandalkan tiang untuk melakukan akrobat yang lincah. Hingga pada 1920-an, sekelompok penari Hoochie Coochie menggunakan gerakan tari yang erotis untuk menghibur penonton. Gerakan pole dance kemudian dimodifikasi dengan menonjolkan kekuatan, fleksibilitas, dan daya tahan tubuh.

’’Pole dance itu olahraga berat yang risiko cederanya tinggi. Jadi, perlu basic yang kuat dulu di awal dengan ikut kelas latihan. Kita akan diajarkan semua gerakan dan trik pole dance step-by-step. Dijelaskan juga mana titik yang menahan, titik yang menempel di tiang, serta hal-hal yang perlu diperhatikan. Baru deh kita boleh menerapkannya di bawah arahan pelatih. Kalau otodidak, takutnya malah salah dan cedera,’’ jelas pole dancer Shannon Agatha.

Tentu, yang paling utama perlu kamu siapkan adalah tiang. Ada beberapa jenis pole, mulai chrome, stainless steel, brass, titanium gold, powder coated, hingga silicone. Perbedaannya terletak pada efek genggamannya saja. Beberapa bahan lebih mudah digenggam dan nggak selicin bahan lainnya sesuai dengan tingkat sensitivitas kulit. Reminder, jangan memakai lotion di badan saat sebelum pole dance supaya nggak licin. Oh ya, jangan lupa makan dulu biar ada tenaga dan nggak lemas!

’’Jujur, pole dance itu susah. Butuh waktu dan konsisten latihan untuk sampai bisa bagus dan cantik manjatnya. Aku sendiri hyperhidrosis, gampang berkeringat. Jadi, kadang lebih sulit untuk bertahan di tiang karena licin. Aku juga ada kondisi skoliosis yang bikin beberapa gerakan jadi lebih sulit, bahkan nggak bisa aku lakukan. Dengan konsisten latihan gerakan yang sama berkali-kali, akhirnya gerakan itu bisa masuk ke muscle memory dan bisa dilakukan dengan rapi,’’ lanjutnya.

Well, saat pole dance, kamu nggak bisa menghindari lecet dan memar. Sebab, kulit akan selalu bergesekan dengan tiang. Nah, untuk meminimalkan memar, lakukan pemanasan yang baik dan cukup. Bagaimanapun, pole dance punya banyak manfaat, lho! ’’Salah satunya, aku jadi lebih pede dan nggak insecure lagi sama fisik. Aku juga jadi rajin olahraga supaya pas pole dance bisa lebih kuat,’’ tandas Shannon. Berani nyoba nggak nih? (arm/c12/lai)

Let’s Try the Basics

BUKAN cuma gerakannya yang indah, pole dance juga dapat meningkatkan kekuatan otot dan efektif membakar kalori tubuh. Kelihatannya sih mudah karena hanya berpegangan dan memutari tiang. Eitss, pole dance ternyata lebih sulit daripada latihan beban, lho! Dibutuhkan kekuatan dan fleksibilitas. Nah, berikut beberapa gerakan dasar pole dance yang bisa kamu coba sebagai pemula! (arm/c12/lai)

Pirouette
Gerakan dasar yang pertama adalah melakukan putaran pada tiang. Posisikan tangan kanan ke atas untuk memegang tiang sebagai tumpuan. Kamu perlu berjinjit agar lebih mudah. Lalu, putari tiang dengan posisi pinggul sedikit menjauhi tiang. Kamu juga bisa mengangkat kaki kiri selama berputar.
Jangan lupa untuk tetap menjaga keseimbangan sampai kembali ke titik putaran, ya!

Dip Turn
Untuk melakukan gerakan ini, posisikan tangan yang dekat tiang di atas kepala dan berpegangan pada tiang. Tangan satunya sejajar dengan dada.
Ambil satu langkah dengan kaki yang dekat tiang dan rentangkan kaki lebar-lebar sambil berputar menurun. Lalu, naik kembali bersamaan dengan mengangkat kaki terluar. Gerakan dip turn membentuk lingkaran di lantai, tetapi dengan posisi badan yang menurun.

Backspin
Backspin merupakan gerakan memutari tiang ke belakang. Posisikan tangan yang dekat tiang untuk memegang tiang setinggi pundak, sedangkan tangan lainnya di atas kepala. Rentangkan kaki terluar lebar-lebar sampai posisi badan condong ke arah tiang. Tarik badan memutar ke belakang dan perlahan turun sembari lutut kaki ditekuk membentuk huruf L. Saat putaran berhenti, tahan badan dengan tangan, jadi kamu melayang beberapa senti dari lantai.

Share
Create Your Own Article!