Zetizen.com - Tren munculnya pola makan makanan sehat emang terus berkembang dan jenisnya makin variatif ya, guys. Setelah tren vegetarian sempat heboh di awal tahun 2000-an, kali ini pola makan raw and living food ikutan jadi isu yang happening.

Raw and living food adalah sebutan untuk makanan yang dikonsumsi mentah atau melalui proses memasak yang singkat dengan suhu tidak lebih dari suhu 48°C atau 118°F. Jenis makanan yang dikonsumsi juga hanya berupa sayur-sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan mentah, bukan hewani.

 

 

Dengan cara pengolahan seperti ini, raw and living food akan mengandung lebih banyak nutrisi vitamin dan mineral yang tidak akan terbuang banyak. Selain itu, kandungan serat tinggi membantu tubuh untuk mengurangi risiko penyakit jantung coroner, hipertensi dan diabetes.

Meskipun punya manfaat, pola makan raw and living food ternyata justru kurang disarankan. Sebab, makanan mentah dapat menyebabkan penghambatan penyerapan zat gizi. Hal ini yang dijelaskan Dosen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Wahyu Kurnia, MKM.

“Contohnya penghambatan penyerapan zat gizi seperti fitat pada kacang-kacangan. Sebenarnya proses pemasakan justru mempermudah sistem pencernaan tubuh menyerap dan memanfaatkan zat gizi dari makanan dengan maksimal,” jelas Wahyu yang Tim Zetizen hubungi Jumat (27/5) lalu.

Yep, potensi pencemaraan mikroorganisme pada bahan makanan mentah juga dapat menginfeksi tubuh manusia tuh, guys. Makanya, pola makan seperti ini tidak dianjurkan untuk anak-anak, ibu hamil dan lansia yang rentan terjangkit penyakit. Tapi, tetap aja tidak ada salahnya mengonsumsi makanan mentah seperti sayur dan buah yang kamu cuci bersih terlebih dahulu, ya! (fer/ver)

Share
Create Your Own Article!